Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan pesan khusus kepada Bima Arya dan Wali Kota Bandung, Yana Mulyana terkait tindak lanjut kasus dugaan SARA dalam promo minuman alkohol Holywings Indonesia

Wali Kota Bogor, Bima Arya menegaskan, pihaknya akan mencabut izin operasi Elvis Cafe atau Holywings di Bogor, Jawa Barat secara permanen. Pencabutan izin tersebut dilakukan usai menemukan bukti kuat terkait penjualan minuman beralkohol dengan kadar di atas lima persen.

"Sudah dari awal kita lakukan itu. Kalau untuk Elvis atau eks Holywings sudah langsung kita segel sejak hari pertama kita kumpulkan bukti-buktinya mengarah kuat ke pencabutan total izin," kata Bima saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (28/06/2022).

Dijelaskan Bima Arya, pihaknya telah menyelidiki dan mengumpulkan bukti serta menempuh sejumlah proses administrasi dalam langkah pencabutan izin Elvis Cafe secara total itu.

"Tidak bisa main begitu cara, karena posisi kita secara hukum harus kuat, buktinya apa saja jangan sampai digugat di kemudian hari. Jadi dari awal saya kira kita sudah sejalan dengan apa yang diharapkan oleh Pak Gubernur [Ridwan Kamil]," tutur Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan pesan khusus kepada Bima Arya dan Wali Kota Bandung, Yana Mulyana terkait tindak lanjut kasus dugaan SARA dalam promo minuman alkohol Holywings Indonesia.

"Jadi saya harapkan di Kota Bandung dan di Kota Bogor untuk mengambil tindakan setegas-tegasnya, jika secara aspek hukum dan apa namanya kepatutan ada pelanggaran (Holywings)," kata Ridwan Kamil di Gedung Merdeka Kota Bandung, Selasa (28/06/2022) seperti dikutip dari Antara.

Ridwan Kamil menjelaskan, kewenangan tentang izin usaha di Provinsi Jawa Barat ada di bawah pemerintah daerah tingkat kabupaten/kota, bukan di tangan pemerintah provinsi.

"Kewenangannya kalau di Jakarta ada di gubernur, kalau di luar Jakarta, se-Indonesia Raya itu kewenangan izin hiburan hotel restoran itu ada di wali kota atau bupati," jelas Ridwan Kamil.

Keberadaan Holywings di sejumlah daerah menjadi sorotan usai Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan enam orang tersangka yang merupakan karyawan Holywings terkait promosi alkohol gratis gratis untuk pelanggan bernama Muhammad dan Maria.

Sebanyak enam staf yang dijadikan tersangka oleh polisi itu adalah SDR (27) selaku Creative Director Holywings, NDP (36) selaku Head Team Promotion, DAD (27) pembuat desain promo, EA (22) tim admin media sosial, AAB (25) selaku Social Media Officer, dan AAM (25) selaku admin tim promo.

Pihak Holywings telah meminta maaf terkait promosi minuman alkohol gratis. Manajemen Holywings lantas meminta doa masyarakat agar permasalahan tersebut cepat selesai. Mereka beralasan hal itu akan membantu 3.000 karyawan dalam mencari nafkah.

"Holywings meminta maaf. Kami memohon doa serta dukungan dari masyarakat Indonesia agar masalah yang terjadi bisa segera diselesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," kata manajemen Holywings Indonesia yang dikutip dari akun Instagram resminya, Minggu (27/06/2022).

Tak berselang lama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut izin usaha 12 outlet Holywings yang berada di Jakarta. Meski tidak menjelaskan apakah penutupan itu dilakukan secara permanen, Petugas Satpol PP dan aparat terkait mulai menyegel seluruh outlet Holywings tersebut.