Kontrak on-hand sekarang kita (DEFEND ID) sudah Rp48,7 triliun. Tantangannya kini adalah mempercepat delivery produk dengan tepat waktu

Lima BUMN holding industri pertahanan yang terdiri dari PT Len Industri (Persero), PT Dahana, PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia melaksanakan rakor (rapat koordinasi) pertama pada tanggal 27 Juni 2022 di Mason Pine Hotel, Padalarang. Rakor ini diselenggarakan setelah diresmikan April 2022 lalu oleh Presiden Joko Widodo 

Rapat kerja dilakukan untuk sinergi merealisasikan program strategis DEFEND ID yang dilakukan oleh 4 tim integrasi. Tim Integrasi 1 bidang keuangan, manajemen risiko, SDM dan general fuction. Tim Integrasi 2 bidang marketing dan kerjasama. Tim Integrasi 3 Operasi bidang manufaktur & proses bisnis. Tim Integrasi 4 di bidang IT, teknologi, kualifikasi & sertifikasi SDM, supply chain

Dalam sambutannya, Direktur Utama Len Bobby Rasyidin mengatakan bahwa agenda ini untuk berdiskusi bagaimana melakukan langkah kongkrit terhadap 8 program strategis DEFEND ID, meningkatkan EBITDA holding secara fundamental, serta memperbaiki cashflow agar dapat landing di akhir tahun sesuai RKAP.

"Kontrak on-hand sekarang kita (DEFEND ID) sudah Rp48,7 triliun. Tantangannya kini adalah mempercepat delivery produk dengan tepat waktu", ujar Bobby.

Bobby juga mengatakan bahwa Len dan DI telah selesai melakukan program restrukturisasi hutang perbankan, diikuti PAL yang masih dalam proses. DEFEND ID juga akan melakukan restrukturisasi keuangan holding DEFEND ID. Kabar baik lainnya, terdapat potensi kontrak yang sinergi dan beririsan antar anggota holding yang nilainya bisa mencapai Rp15,6 triliun. 

Nilai tersebut meliputi motor listrik, kendaraan Anoa, ICCS Kavaleri, Radar GCI, prasarana perkeretaapian, refurbishment KRI Sigma & Bung Tomo, kapal LPD, Datalink TNI AU, drilling & blasting service, pengembangan sistem rudal nasional, roket R-Han 122B, reverse engineering rudal, dll.

Rakor juga mengulas tentang pengembangan SDM dan penguasaan teknologi kunci, menentukan dimanakah core competency-nya dan berapa cost serta impact-nya. Pengembangan teknologi DEFEND ID harus sejalan dengan pemerintah yang ada di BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional).

Rakor dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Industri Manufaktur Kementerian BUMN Liliek Mayasari, kelima direktur utama yaitu, Direktur Utama Len Bobby Rasyidin, Direktur Utama Dahana Wildan Widarman, Direktur Utama Pindad Abraham Mose, Direktur Utama DI Gita Amperiawan, Direktur Utama PAL Kaharuddin Djenod, jajaran Direksi DEFEND ID, serta tim Keasdepan Industri Manufaktur Kementerian BUMN.