Produksi coconet terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2019, masyarakat berhasil memproduksi 719 coconet, pada 2020 sebanyak 1.500, serta 2021 mencapai 1.559.

Mining Industry Indonesia atau MIND ID mendapatkan penghargaan Bisnis Indonesia Corporate Social Responsibility Awards (BISRA) 2022 untuk kategori The Most Consistent in Community Empowerment Through Integrated Coconut Industry Program di Jakarta, Rabu, 29 Juni. 

Penghargaan ini terkait mengembangkan corporate social responsibility (CSR) yang berdampak luas kepada perekonomian masyarakat.

Kepala Divisi Institutional Relations MIND ID, Niko Chandra mengatakan, CSR terkait program Industri Kelapa Terpadu tersebut dikembangkan oleh PT ANTAM Tbk sejak 2018. Program tersebut diinisiasi karena masih banyaknya potensi tanaman kelapa yang belum termanfaatkan secara optimal.

“Selain itu, harga kopra sering anjlok dan pendapatan petani kelapa pun masih rendah,” kata Niko dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, 30 Juni 2022.

Tak hanya itu, melalui program tersebut para petani mampu memanfaatkan limbah kelapa serta memberdayakan para ibu di sekitar wilayah tambang. Beberapa kreasi dari kelapa telah diciptakan melalui program ini. Sebut saja coconet (serabut kelapa yang dipilin), briket arang, asap cair, dan produksi olahan kelapa lainnya.

Produksi coconet terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2019, masyarakat berhasil memproduksi 719 coconet, pada 2020 sebanyak 1.500, serta 2021 mencapai 1.559.

Niko mengaku, program ini bisa menjadi benchmark bagi perusahaan lainnya dalam best practice pengelolaan community empowerment. Dengan diberikannya penghargaan ini, MIND ID akan terus melanjutkan dan mengembangkan program-program lainnya yang berdampak luas bagi masyarakat.

BISRA 2022 bertujuan mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Bertema Social Responsibility to Accelerate Stronger Recover, BISRA 2022 memberikan apresiasi kepada perusahaan yang berkomitmen memberikan kontribusi kepada komunitas rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), terutama pada masa pandemi Covid-19