PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bersinergi dengan PT ASDP Indonesia (Persero).

Dalam upaya mendukung pengembangan pelabuhan yang ramah lingkungan, bersih, dan berbasis energi hijau atau green port, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bersinergi dengan PT ASDP Indonesia (Persero).

Keduanya menyepakati kerja sama terkait penyediaan kebutuhan listrik sebagai pengganti BBM pada sumber energi di pelabuhan pelabuhan dan operasional kapal sandar milik ASDP.

Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pelabuhan yang bersih dan berbasis energi hijau.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PLN dan ASDP di Bali, Kamis (30/06). Dalam hal ini, ASDP juga mendukung Strategi Ekstensifikasi PLN dalam program Electrifying Marine.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan sektor transportasi laut dan perikanan memegang peran penting dalam perekonomian Indonesia. Untuk itu, PLN akan menghadirkan energi bersih bagi sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

"Sejak 2021 PLN gencar melakukan program electrifying marine dengan mengganti kebutuhan sumber energi pelabuhan yang selama ini bergantung pada BBM menjadi berbasis listrik," ujar Darmawan dalam keterangannya.

Darmawan menjelaskan pihaknya juga akan membangun Anjungan Listrik Mandiri (ALMA) berupa Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) dengan daya 5.500 VA hingga 23.000 VA di Pelabuhan milik ASDP.

Melalui pembangunan ini, nantinya ASDP dan masyarakat sekitar pelabuhan dapat memanfaatkan ALMA untuk bongkar muat kapal, sumber energi untuk cold storage, maupun kebutuhan listrik lokasi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

"Melalui ALMA, kita bersama bisa mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari BBM. Di mana emisi karbon yang digunakan listrik sepertiga lebih rendah dari emisi karbon yang dihasilkan oleh BBM," ungkap Darmawan.

Ke depannya, Darmawan mengatakan PLN akan terus meningkatkan jumlah ALMA di berbagai pelabuhan di Indonesia. Darmawan pun berharap kehadiran ALMA bisa meningkatkan daya saing para nelayan dan pelaku sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

"Kita semua tahu nenek moyang kita adalah pelaut sehingga peran sektor kelautan dan perikanan dalam perekonomian nasional juga sangat penting," jelasnya.

"Melalui kolaborasi dengan ASDP ini kami tentu akan terus menambah titik ALMA di pelabuhan di seluruh Indonesia. Harapan kami, dengan sinergi BUMN ini mampu menghadirkan akses listrik yang merata dan andal bagi seluruh masyarakat," imbuh Darmawan.

Sementara Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi menyampaikan kerja sama ini merupakan bentuk dukungan pihaknya dalam program ramah lingkungan. Ia berharap kehadiran layanan Anjungan Listrik Mandiri dapat meningkatkan efisiensi penggunaan BBM dan energi bersih.

"Kerja sama melalui layanan ALMA tersebut merupakan kegiatan efisiensi penggunaan BBM dan pemanfaatan energi bersih sebagai sumber energi bagi kapal ketika sandar di pelabuhan," pungkas Ira.

Sebagai informasi, hingga April 2022, PLN telah membuat 35 ALMA yang tersebar di seluruh Indonesia dengan total daya terpasang sebesar 841,9 kVA. Dari Januari hingga April 2022, pemakaian kWh ALMA telah mencapai 86,4 ribu kWh. Terbanyak, PLN telah membangun 12 titik ALMA di wilayah Maluku dan Maluku Utara dengan total pemakaian hingga 45 ribu kWh.

Untuk diketahui, kehadiran listrik PLN di pelabuhan akan memberikan manfaat dan keuntungan bagi pemilik kapal, terutama dalam hal penghematan pemakaian Solar serta pemeliharaan genset.

Setidaknya, listrik PLN di pelabuhan dapat menggantikan peran genset saat kapal bersandar untuk menunggu penumpang maupun saat terjadi naik turun muatan barang. Yang jelas, listrik yang dihasilkan PLN tentunya lebih bersih ketimbang menggunakan genset yang berbahan bakar Solar.