"Jadi saat ini masih berproses, belum ada penetapan tersangka"

Kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan Iko Uwais akhirnya menemukan titik terang. Kasus tersebut naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan, yang artinya, polisi telah menemukan unsur pidana dalam kasus pengeroyokan tersebut. 

Seperti telah diketahui sebelumnya, Iko Uwais dilaporkan ke polisi oleh seorang desain interior yang bernama Rudi. Kasus berawal dari hubungan kerja, dimana Rudi mengerjakan desain interior di rumah Iko Uwais di Cibubur.

Versi Rudi, Iko Uwais tidak membayar sisanya. Kemudian terjadi perselisihan ketika Rudi menagihnya. Rudi lalu melaporkan Iko Uwais atas tuduhan pengeroyokan. Sedangkan versi Iko Uwais, Rudi tidak punya itikad baik menyelesaikan desain interior yang sudah dibayarkan setengahnya. Lebih lanjut, Iko Uwais mengaku dirinya ditendang duluan oleh Rudi karena Ia membela kakaknya yang akan dipukul oleh Rudi.

Kasus yang telah naik menjadi penyidikan tersebut, disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Ivan Adhitira, saat ditemui di Mapolres Bekasi Kota, pada hari Kamis (30/06/2022).

"Posisi perkara tindak pidana pengeroyokan dengan pelapor sudah naik ke penyidikan di mana beberapa saksi termasuk saudari Audy dan Iko sudah memenuhi panggilan polisi pada Senin dan Selasa. Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk dimintai keterangan," ujar Kompol Ivan Adhitira.

Namun, polisi masih perlu memanggil beberapa saksi lagi untuk mengambil keputusan.

"Masih ada beberapa saksi yang harus kami mintai keterangannya dalam waktu dekat, mereka akan dipanggil yaitu ada 2 orang saksi yang melihat, mendengar, dan menyaksikan peristiwa tersebut dan satu ahli," sambung Kompol Ivan Adhitira.

"Jadi saat ini masih berproses, belum ada penetapan tersangka siapapun sampai nanti pemeriksaan saksi ini kami rasa rampung, kami bentuk tim sampai gelar perkara untuk menentukan siapa tersangka dalam perkara tersebut," pungkas Kompol Ivan Adhitira.