Semester pertama, kinerja pasar kripto jeblok. Investor cenderung khawatir dengan kondisi makroekonomi global yang terus memburuk.

Selain itu, adanya kejatuhan koin digital (token) besutan Terraform Labs yakni Terra Luna (LUNA) dan stablecoin satu-satunya di ekosistem Terra yakni TerraUSD (UST) turut memperberat kinerja kripto pada paruh pertama di tahun ini.

Bahkan, kejatuhan LUNA dan UST membuat pasar kripto mengalami crash dua kali dalam periode semester I-2022, di mana crash yang pertama tentunya akibat dari kejatuhan LUNA dan UST, sedangkan crash kedua disebabkan karena beberapa perusahaan kripto dilanda krisis.

Dari pergerakan kripto utama, seperti Bitcoin, Ethereum, dan lainnya, sepanjang semester I-2022 mencatatkan koreksi yang cukup parah yakni di atas 50%.

Di Bitcoin sendiri, pada periode semester I-2022 tercatat terkoreksi hingga 57,27%, sedangkan di Ethereum, koreksinya mencapai 71,02%. Yang terparah dialami oleh token Solana yang ambruk hingga 80,28% sepanjang semester I-2022. Berikut pergerakan enam terbesar kripto pada semester I-2022.

Sementara dari token berjenis stablecoin, secara mayoritas mengalami penguatan dan cenderung stabil, meski token jenis ini juga sempat terpengaruh dari kejatuhan LUNA dan UST.

Di Tether, stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasarnya mencatatkan pelemahan 0,14% pada semester I-2022. Sedangkan USD Coin yang dinilai lebih stabil justru turun tipis 0,01%. Namun untuk stablecoin lainnya terpantau menguat, di mana stablecoin Pax Dollar menguat cukup signifikan pada semester I-2022.