Sandiaga mengaku hanya mengikuti kehendak partai. Keputusan partai dalam hal nama capres dan cawapres adalah yang terbaik. 

Nama Wakil Ketua Umum Gerindra yang juga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, masuk dalam beberapa survei mengenai capres maupun cawapres potensial di 2024. Bagaimana peluangnya maju di Pilpres 2024?

Sandiaga mengaku hanya mengikuti kehendak partai. Menurutnya, keputusan partai dalam hal nama capres dan cawapres adalah yang terbaik. 

Sejauh ini, Partai Gerindra menjagokan Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2024. Dari beberapa hasil survei, nama Prabowo selalu masuk dalam tiga besar daftar capres potensial.

"Saya dibesarkan Gerindra. Saya akan terus berkomunikasi sama Pak Prabowo dan saya yakin keputusan terbaik para elite partai itu adalah mengakomodasi apa yang menjadi keinginan dari masyarakat Indonesia," Sandiaga dikutip Minggu, 3 Juli 2022.

Belakangan, nama Prabowo Subianto disandingkan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Menyusul pertemuan kedua partai yang menghasilkan kesepakatan bersama untuk berkoalisi di 2024.

Menurut Sandiaga, dinamika politik yang terjadi tetap diapresiasi meskipun masih ada kemungkinan berubah.

"Tentunya dinamika politik terus bergerak dan ini kita apresiasi, dan akan ada ruang yang sangat luas untuk berkontemplasi," lanjut Sandiaga yang maju sebagai cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019 lalu.

Tertinggi Survei Cawapres
Hasil survei elektabilitas calon wakil presiden 2024 Charta Politika yang dilansir Juni 2022 mencatatkan dua nama teratas. Yaitu Menparekraf dan politikus Gerindra Sandiaga Uno, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Sandiaga memimpin elektabilitas sebagai calon wakil presiden dengan angka 27,6 persen. Sementara Ridwan Kamil memiliki elektabilitas sebesar 16,5 persen.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya saat paparan survei secara daring, Senin (13/6) menduga, elektabilitas Sandiaga sangat tinggi karena sudah memiliki citra kuat sebagai calon wakil presiden. Sandiaga pada 2019 lalu mendampingi Prabowo Subianto.

Sandiaga Salahudin Uno mendapat doa dan dukungan dari sejumlah pihak untuk kembali berkontestasi dalam Pemilu 2024. Pendamping Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 itu pun menanggapinya sebagai sebuah doa kebaikan yang disyukurinya.

"Kita tentunya hanya bisa, kalau ada yang mendoakan itu kan alhamdulillah. Kata Pak Kyai, kalau ada yang mendoakan ya alhamdulillah," kata Sandiaga sambil melirik ke KH Muhammad Bisri, Pimpinan Pondok Pesantren Bahrul Maghfirah Malang, Rabu (29/6).

Menurut Sandi, Indonesia membutuhkan orang yang berkemampuan dan memiliki track record baik.

"Saya yakin sebenarnya di 2024 track record lah, bukan siapa-siapanya tetapi konsep kemampuannya apa. Apa yang ditawarkan untuk Indonesia maju. Pembangunan-pembangunan yang bagus ini bisa dilanjutkan dengan pendekatan peningkatan kesejahteraan masyarakat, juga terus meningkatkan pendidikan yg beraklakul karimah," jelas Sandiaga.