Diperlukan penanganan dengan menggunakan struktur konstruksi perkerasan jalan yang khusus karena penggunaan aspal konvensional tidak direkomendasikan dengan kondisi geografis yang tidak terpapar sinar matahari langsung

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) melalui kerja sama operasi (KSO) dengan PT Brantas Abipraya (Persero) (Brantas Abipraya) yaitu KSO HK-Abipraya dipercaya untuk mengerjakan proyek Penanganan Pelebaran dan Perbaikan Geometrik Jalan Soreang – Rancabali – Cidaun di Kabupaten Bandung hingga Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. 

Penandatanganan kontrak proyek ini dilaksanakan pada Rabu (15/5) lalu bertempat di Kantor BBPJN DKI Jakarta – Jawa Barat. Kegiatan penandatanganan ini dilakukan oleh Ari Asmoko selaku Executive Vice President (EVP) Divisi Sipil Umum Hutama Karya sekaligus Kuasa KSO HK-Abipraya bersama dengan Wilan Oktavian, ST., M.P.P.M selaku Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta – Jawa Barat.

Direktur Operasi I Hutama Karya Novias Nurendra menyatakan bahwa kehadiran proyek Penanganan Pelebaran dan Perbaikan Geometrik Jalan Soreang – Rancabali – Cidaun ini bertujuan untuk pelebaran jalan dan memperbaiki jalan yang berlubang di beberapa titik. 

“Tujuan utama dari pelaksanaan paket preservasi jalan Sireang – Rancabali – Cidaun ini adalah untuk menjaga kondisi jalan nasional agar tetap layak sehingga mobilisasi kendaraan dapat berjalan dengan baik serta meningkatkan perekonomian daerah khususnya di daerah Soreang dan sekitarnya,” ujar Novias.

Lebih lanjut Novias menjelaskan ruang lingkup pekerjaan utama proyek ini meliputi perbaikan jalan sepanjang 60.11 km, drainase sepanjang 2.55 km, jembatan sepanjang 26.90 m dan pemeliharaan rutin jalan sepanjang 84.05 km serta jembatan sepanjang 376.3 m dengan waktu pengerjaan sekitar 2,5 tahun sejak ditandatanganinya kontrak.

KSO HK-Abipraya telah menyiapkan strategi agar proyek ini dapat selesai tepat waktu dan tepat mutu. “Diperlukan penanganan dengan menggunakan struktur konstruksi perkerasan jalan yang khusus karena penggunaan aspal konvensional tidak direkomendasikan dengan kondisi geografis yang tidak terpapar sinar matahari langsung,” tutup Novias Nurendra, Direktur Operasi I Hutama Karya.

Dengan adanya proyek Penanganan Pelebaran dan Perbaikan Geometrik Jalan Soreang – Rancabali – Cidaun ini akan meningkatkan mobilitas barang dan jasa di daerah tersebut, membuka lapangan pekerjaan serta menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Dikarenakan pembangunan proyek ini masih dalam kondisi waspada Covid-19, Hutama Karya memastikan akan selalu melakukan pengawasan dan pencegahan penyebaran virus melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat di lingkungan proyek.