Namun di balik ketenarannya, Dik melupakan tujuan awal kenapa dia ingin terkenal.

Anda masih ingat dengan sosok presenter olah raga, penyanyi sekaligus disain grafis, Dik Doank?

Lama tak terdengar kabarnya, ternyata pria bernama asli Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma itu lebih banyak menyibukkan dirinya sebagai aktivis sosial dan pendidikan.

Tak jauh-jauh, ia asik menyibukkan diri di sekolah 'Kandank Jurank Doank' yang didirikannya pada 2004 lalu. Sekolah tersebut dibangun Dik untuk anak-anak yang kurang mampu dan sulit untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Dik sejatinya pernah mencapai puncak popularitas di dunia hiburan tanah Air pada era 90-an hingga awal tahun 2000-an.

Mengawali karir sebagai seorang disain grafis di dunia industri hiburan, Dik banyak menangani sampul album musisi-musisi papan atas. Pria kelahiran 21 September 1968 ini tercatat pernah membuatkan sampul album untuk Nike Ardilla, Chrisye, ABT Three, Koes Ploes dan musisi top lainnya.

Tak puas meraih kesuksesan di dunia disain grafis, Dik mulai merambah ke dunia musik dan menghasilkan tiga album, yakni Pulang (1997), Jangan Takut (1999) dan 180 Derajat (2004).

Kebanyakan lirik-lirik lagu Dik Doank bertema sosial dengan kata-kata sedikit nakal, yang memang menjadi ciri khasnya.

Sebagai catatan, Dik juga pernah terjun ke industri perfilman. Ia sempat berakting di film Kuldesak (1997), Ariel dan Raja Langit (2005), serta Ikhsan: Mama I Love You pada 2008.

Seolah tak puas, di sela-sela menjalani karier di dunia tarik suara dan film, karir Dik juga merambah ke industri televisi. Karirnya menjulang saat ia didapuk sebagai presenter olah raga.

Dik pernah menjadi pembawa acara untuk acara siaran langsung piala dunia FIFA World Cup 2002 Korea-Jepang bersama Ucok Baba.

Penampilan apiknya sebagai presenter olah raga membuat Dik diganjar penghargaan Panasonic Awards sebanyak 5 kali dalam kategori pembawa acara bola terbaik.

Kesuksesan tersebut membuat nama Dik semakin menjulang. Ia bahkan dapat bertemu dan membintangi iklan yang sama dengan pemain bola asal Italia, Alessandro Del Piero.



Namun sederet kesuksesan dan prestasi yang ia raih dan membawanya ke puncak popularitas dan membesarkan namanya tak membuat Dik nyaman. Secara mengejutkan, ia mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia hiburan di Tanah Air pada 2006.

Nama Dik boleh popular sebagai publik figur. Namun di balik ketenarannya, Dik melupakan tujuan awal kenapa dia ingin terkenal.

"Dari dulu sebenarnya saya pengen jadi guru. Tahun 2003 saya berdoa, 'Tuhan buat aku terkenal karena susah ajak orang (untuk berbuat baik) kalau tidak terkenal'," katanya dalam sebuah wawancara.

Praktis dari 2006 hingga kini, Dik kini lebih memfokuskan dirinya pada 'Kandank Jurank Doank', sebuah sekolah bertema alam yang ia didirikan di kawasan tempat tinggalnya, di Jurangmangu, Ciputat, Tangerang Selatan.

Tim Bahasa Cinta berkesempatan melihat dari dekat bagaimana seorang Dik Doank mendedikasikan dirinya terhadap dunia pendidikan, terutama bagi anak-anak yang kurang mampu dan sulit untuk mendapatkan pendidikan yang layak.



Saksikan obrolan menarik Maya Uniputty dan Dik Doank di episode perdana program Bahasa Cinta yang mengangkat tema "Nilai Cinta dari Rummah Go’A" melalui  YouTube di channel Bahasa Cinta pada hari ini, Selasa, 5 Juli 2022 mulai pukul 17.00 WIB.

Bahasa Cinta merupakan program reality talkshow yang dipersembahkan oleh Yayasan Agape Cinta Kasih Indonesia.

Program Bahasa Cinta mengangkat kisah tentang orang-orang yang memiliki cinta tanpa syarat yang luar biasa untuk sesama dan juga negara.

Dimana mereka memberikan waktunya, dedikasinya, hartanya dan mungkin mengorbankan dirinya untuk berbuat baik, mengajak kepada kebajikan demi cinta kasih dan damai di bumi.