Jokowi meminta untuk dilakukan uji coba terlebih dahulu untuk mengetahui apakah masyarakat mau mengonsumsi minyak goreng merah tersebut atau tidak.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki membawa kabar gembira. Presiden Joko Widodo merestui untuk membangun proyek uji coba (pilot project) minyak goreng merah. 

Proyek itu nantinya ditujukan untuk koperasi-koperasi petani kelapa sawit.

Teten mengatakan targetnya pabrik itu bisa dibangun pada Januari 2023 mendatang. Saat ini, pihaknya akan fokus membuat detail gambar kerja (detail engineering design/DED) dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Kota Medan, Sumatra Utara.

"Tadi saya targetkan DED-nya dari mesin PPKS ini bulan Agustus paling lambat. Lalu masuk ke tahap produksi, mungkin di BUMN atau swasta yang memproduksinya," kata Teten di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 18 Juli 2022.

Teten mengatakan, rencana itu telah diungkapkan kepada Presiden Joko "Jokowi" Widodo dalam rapat terbatas (ratas) yang dilaksanakan di Istana Kepresidenan hari ini. Menurutnya, Jokowi meminta untuk dilakukan uji coba terlebih dahulu untuk mengetahui apakah masyarakat mau mengonsumsi minyak goreng merah tersebut atau tidak.

"Pak Presiden ingin ada piloting dulu. Karena market minyak makan merah ini kan masih belum terbentuk. Karena sudah terlanjur minyak goreng yang bening ya," ujar Teten.

Teten mengatakan, nantinya pabrik minyak goreng merah ini akan dibangun di Sumatra dan Kalimantan sebagai uji coba. Nantinya, para koperasi petani kelapa sawit akan terlibat dalam proses produksi minyak goreng merah tersebut.

Dengan pabrik itu, para petani akan memiliki pembeli tetap atas hasil panen tandan buah segar (TBS) kelapa sawitnya.

"Jadi dalam model kami, si koperasi membeli tunai sawitnya, TBS dari petani. Sehingga si petani itu tidak lagi dipusingkan harus menjual sawitnya ke mana. Lalu koperasi mengolahnya menjadi CPO (crude palm oil) dan menjadi RPO (red palm oil). Dan kemudian mereka pasarkan," tutur dia.

Lebih lanjut, Teten mengatakan minyak goreng merah lebih sehat untuk dikonsumsi dibandingkan minyak goreng bening.

"Kalau minyak goreng yang sekarang yang warna bening itu kan di-bleaching ya, dibersihkan. Justru vitamin A-nya terbuang. Nah jadi kalau minyak makan merah ini kandungan pro vitamin A-nya sangat tinggi," kata dia.

Oleh sebab itu, Teten berharap nantinya pabrik minyak goreng merah itu bisa diintegrasikan dengan program stunting dan juga PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Sebab, menurutnya, dengan cara itu hasil produksi koperasi petani kelapa sawit akan memiliki pembeli tetap.

"Ini juga kami akan kerjasamakan juga dengan PTPN," ucap Teten.