Menurut Erick, sinergitas antara BUMN dan Kejaksaan Agung dalam kasus Fasilitas Pabrik Tungku Peleburan Besi Baja tersebut membuktikan komitmen restrukturisasi total Krakatau Steel

Menteri Erick Thohir mengatakan, sinergitas antara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Kejaksaan Agung (Kejagung), maupun seluruh aparatur hukum adalah bagian dari pembenahan tata kelola perusahaan.

Hal tersebut disampaikan Erick Thohir sebagai apresiasi dari langkah cepat dan tegas Kejagung dalam merespons kasus korupsi pada proyek pembangunan Fasilitas Pabrik Tungku Peleburan Besi Baja (Blast Furnace) oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. tahun 2011. 

"Ini bukan sekadar penindakan hukum, melainkan bagian tak terpisahkan dari pembenahan tata kelola BUMN yang semakin baik," ucap Erick Thohir.

Sebelumnya, Kejagung sudah menetapkan lima tersangka terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan pabrik blast furnace oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS). Proyek tersebut terjadi pada 2011.

Dari kelima tersangka korupsi yang ditetapkan, tiga di antarannya merupakan mantan direktur utama di perusahaan induk dan anak usaha. Pertama, FB alias Fazwar Bujang selaku Direktur Utama PT Krakatau Steel periode 2007-2012. 

Kedua, ASS selaku Direktur Utama PT Krakatau Engineering periode 2005-2010 dan Deputi Direktur Proyek Strategis 2010-2015. 

Ketiga, BP selaku Direktur Utama PT Krakatau Engineering periode 2012-2015. Keempat HW alias RH selaku Ketua Tim Persiapan dan Implementasi Proyek Blast Furnace tahun 2011 dan General Manager Proyek PT. KS dari Juli 2013-Agustus 2019 dan kelima adalah MR selaku Project Manager PT Krakatau Engineering periode 2013-2016. Kelima tersangka korupsi ini langsung ditahan, Senin (18/07/2022). 

Menurut Erick, sinergitas antara BUMN dan Kejaksaan Agung dalam kasus Fasilitas Pabrik Tungku Peleburan Besi Baja tersebut membuktikan komitmen restrukturisasi total Krakatau Steel. 

Erick optimistis langkah ini selaras dengan semakin baiknya Krakatau Steel dalam menjalankan roda organsasinya. 

"Ini adalah momentum yang baik untuk semakin meningkatkan performa seiring dengan semakin baiknya performa PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.," tegasnya.
 
Ditegaskannya, penindakan hukum yang profesional dari Kejagung akan mendorong terciptanya ekosistem bisnis yang sehat. Ini terutama bagi investor yang ingin berinvestasi. 

"Jadi tidak perlu khawatir bagi setiap yang akan menjalankan bisnisnya. Ada jaminan bahwa bisnis berlangsung secara fair dan transparan begitupun dalam kepastian hukumnya karena sudah terbukti bagaimana profesionalnya Kejaksaan Agung kita," ujar Erick.
 
Erick berharap semua proses berjalan dengan lancar dan tidak mengganggu aktivitas Krakatau Steel. 

“Semoga kasus ini dapat cepat terselesaikan sehingga Krakatau Steel dapat kembali fokus untuk terus meningkatkan kinerja positifnya, berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” tambah Erick.

Terpisah, Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menyatakan menghormati proses hukum di Kejagung. 

“Kami mempercayakan kasus ini tertangani dengan baik dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan,” kata Silmy.
 
Silmy menegaskan kegiatan usaha perusahaan tetap berlangsung lancar dan tidak terganggu dengan proses hukum ini.