Ketua MPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memberdayakan masyarakat menjadi penyuplai kebutuhan material pesawat terbang.

Dia menilai, kebutuhan material untuk pembuatan pesawat seperti baling-baling, baut, dan material lainnya, bisa dibuat masyarakat melalui industri rumahan. Sehingga masyarakat sekitar bisa diberdayakan dalam proses produksi.

"Jadi seperti baling-baling gitu, nanti ada industri rumahan di kampung tersebut, jadi kampung baling-baling misalnya, atau kampung baut, tapi tentunya itu pun perlu dibina terlebih dahulu oleh PTDI," kata Bamsoet, sapaan akrab Bos MPR di Hangar PTDI, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/7/2022).

Menurutnya, pesawat produksi PTDI harus dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri. Minimal, kata dia, untuk kebutuhan pertanian, militer, atau kebutuhan surveilans.

Jika produk pesawat dari dalam negeri dimanfaatkan dengan baik, maka hal tersebut juga bakal berdampak terhadap ekonomi. Karena, kata dia, pemasukan dari pembelian pesawat itu terpakai untuk menggaji karyawan di dalam negeri hingga pendapatan pajak yang meningkat.

"Jadi kalau keamanan lebih baik kita pakai industri kita sendiri, kalau kita beli dari luar, tidak ada jaminan itu clear. Belum lagi mereka punya kendali jarak jauh," kata dia.

Dia pun berencana untuk memesan satu unit pesawat yakni CN235 untuk kebutuhan pengiriman logistik. Menurutnya, pemesanan itu bakal menunggu selama 18 bulan, sedangkan pemesanan pesawat di luar negeri bisa memakan waktu hingga 4-5 bulan.

"Kita mau coba satu, yang bisa ngangkut mobil, karena selama ini kita punya konsumen, kalau kirim mobil itu pakai kapal, kalau ini kan bisa lebih cepat," kata Bamsoet.

Sementara, Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan berharap dengan adanya kunjungan sejumlah pejabat negara, PTDI bisa mengimplementasikan pengembangan kualitas produksi pesawat.

Dia memastikan, PTDI berkomitmen untuk memberikan kesempatan partisipasi bagi masyarakat untuk membangun sebuah ekosistem ekonomi dalam pembuatan pesawat di PTDI.

"Jadi itu pasti, kita menyadari betul bahwa kualitas harus kita tingkatkan. Itu menjadi orientasi kita saat ini untuk menjamin kualitas produknya," kata Gita.