Investasi asal Jepang didominasi sektor listrik, gas, dan air sebesar US$ 7,48 miliar (36%), diikuti dengan sektor kendaraan bermotor dan alat transportasi lain sebesar US$ 3,59 miliar (17%), dan perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar US$ 2,44 miliar (12%)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Jepang dengan membawa beberapa komitmen investasi dari perusahaan Negeri Sakura itu, Selasa, (27/07/2022). 

Di sela-sela kunjungannya, Jokowi bersama Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mendapatkan komitmen investasi senilai US$ 5,7 miliar atau setara Rp85 triliun dari 10 perusahaan Jepang.

Komitmen tersebut diperoleh saat Jokowi berada dalam kegiatan The Japan CEO Meeting 2022. Beberapa perusahaan yang berkomitmen dalam investasi di Indonesia adalah Toyota, Sojitz, Mitsubishi, Denso, Inpex, dan Sharp.

Untuk memuluskan hal ini, Jokowi menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia akan terus berkomitmen untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan ramah bagi para pelaku usaha. Salah satunya dengan pemberlakuan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.

"Saya harap investor asal Jepang semakin aktif dalam meningkatkan investasinya di Indonesia, yang dapat betul-betul menguntungkan, tidak saja bagi perusahaan, namun juga bagi perusahaan-perusahaan nasional dan UMKM melalui kerja sama-kerja sama investasi," jelas Jokowi dalam sebuah rilis BKPM, Rabu (27/07/2022).

"Untuk itu saya menugaskan Menteri Investasi untuk selalu mengawal secara baik, semua rencana investasi, baik investasi baru maupun perluasan (ekspansi)."

Meneruskan arahan Jokowi, Bahlil Lahadalia menyatakan kesiapannya untuk mengawal investasi dari Jepang ini. 

Bahlil berharap agar investasi perusahaan asal Jepang dapat berjalan dengan lancar dan dapat berjalan beriringan dengan pengusaha Indonesia secara harmonis sehingga saling menguntungkan kedua belah pihak.

"Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran dan penyampaian minat investasi dari CEO dan pimpinan perusahaan Jepang yang saya yakin berharga bagi hubungan kedua negara," tegas Bahlil.

"Kami tawarkan peluang emas bagi para investor Jepang untuk berinvestasi di Indonesia guna meningkatkan ketahanan rantai pasok bagi masyarakat Indonesia dan Jepang di masa depan."

Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi asal Jepang di Indonesia pada tahun 2017 hingga Juni 2022 sebesar US$ 20,86 miliar dan berada pada peringkat ke-2 negara asal investasi ke Indonesia.

Investasi asal Jepang didominasi sektor listrik, gas, dan air sebesar US$ 7,48 miliar (36%), diikuti dengan sektor kendaraan bermotor dan alat transportasi lain sebesar US$ 3,59 miliar (17%), dan perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar US$ 2,44 miliar (12%).