"Militer kami menguatkan pengawasan dan kewaspadaan, dan terus dalam kondisi siaga sembari mempertahankan kerja sama Korsel-Amerika Serikat."

Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un menegaskan negaranya siap perang nuklir dan konfrontasi militer Amerika Serikat (AS) di tengah krisis yang dialami negara tersebut.

Media pemerintah KCNA melaporkan, Kim Jong Un melontarkan pernyataan itu pada pidatonya di peringatan 69 tahun angkatan perang Korut, Rabu (27/07/2022), seperti dikutip dari Channel News Asia. 

Peringatan itu secara teknis masih menandai bahwa Korut dan Korea Selatan masih dalam masa peperangan.

Kim Jong Un kembali memperingatkan, pemerintahan Korsel di bawah Presiden Yoon Suk-yeol, setiap upaya untuk melumpuhkan Korut akan mendapat respons keras dan pemusnahan.

"Saya sekali lagi menegaskan bahwa Korea Utara sepenuhnya siap untuk setiap konfrontasi militer dengan Amerika Serikat," kata Kim Jong-un.

Korut dalam beberapa bulan terakhir melakukan uji coba rudal hipersonik dan rudal berkemampuan nuklir mereka.

Pada 10 Juli, Korsel melaporkan bahwa Korut diduga telah melakukan ujo coba peluncuran roket.

"Militer kami mendeteksi pelontar terbang yang diduga sejumlah pelontar roket Korea Utara dari sekitar pukul 18.21 hingga 18.37 hari ini," demikian pernyataan kantor Kepala Staf Gabungan Korsel yang dikutip AFP.

Pernyataan itu berlanjut, "Militer kami menguatkan pengawasan dan kewaspadaan, dan terus dalam kondisi siaga sembari mempertahankan kerja sama Korsel-Amerika Serikat."

Tak lama usai laporan ini dirilis, Kantor Keamanan Nasional Korsel langsung menggelar rapat darurat. Mereka menyatakan 'memantau ketat' situasi dan mewaspadai penembakan lanjutan dari Korut.