Sikap apriori atau mengedepankan asumsi sama sekali tak membantu pengungkapan penembakan Brigadir J.

Mantan Ketua Komnas HAM, Ifdal Kasim, menilai sikap pengacara keluarga Brigadir J memperkeruh kasus. Menurut Ifdal, Komnas HAM berupaya membuat kasus penembakan Brigadir J di rumah Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo terang-benderang.

"Sikap demikian hanya memperkeruh air yang justru mau dijernihkan. Apalagi proses investigasi masih panjang," kata Ifdal Kasim kepada wartawan, dikutip Senin 1 Agustus 2022.

Ifdal Kasim berharap masyarakat memberi kesempatan kepada Komnas HAM untuk bekerja objektif. Dia mengungkapkan sikap apriori atau mengedepankan asumsi sama sekali tak membantu pengungkapan penembakan Brigadir J.

"Demi terungkapnya fakta yang terang di kasus polisi tembak polisi, beri kesempatan kepada Komnas HAM bekerja dengan objektif dan imparsial," ucap Ifdal.

"Sikap apriori terhadap kerja Komnas HAM sama sekali tidak membantu pengungkapan kasus ini dengan objektif," imbuh Ifdal.

Diberitakan sebelumnya, momen komisioner Komnas HAM Choirul Anam melipat kertas saat menjelaskan perkembangan penyelidikan baku tembak yang menewaskan Brigadir J menuai sorotan. Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, mengaku tak percaya pada Komnas HAM.

"Saya dari dulu nggak pernah percaya sama Komnas HAM. Artinya, tidak ada yang bisa diharapkan," kata Kamaruddin saat dihubungi, Jumat (29/7/2022).

Kamaruddin menilai Komnas HAM bekerja untuk Polri. Dia juga menyinggung Kompolnas yang juga menjadi bagian dari Mabes Polri.

"Komnas HAM itu memang bekerjanya untuk Polri dari dulu. Demikian juga Kompolnas, sub dari Mabes Polri," tuturnya.

"Pokoknya LPSK, Komnas HAM, dan Kompolnas nggak ada yang bisa dipercaya," imbuh Kamaruddin. Danial