Sebelumnya, The Guardian melaporkan pada hari Senin bahwa komite urusan luar negeri House of Commons Inggris merencanakan kunjungan ke Taiwan akhir tahun ini, kemungkinan pada November atau awal Desember.

Kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, Nancy Pelosi ke Taiwan telah meningkatkan kewaspadaan China terkait dukungan negara lain untuk pulau yang diklaim sebagai bagian dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

Terkait hal itu, Duta Besar China untuk Inggris telah mendesak politisi Negeri Ratu Elizabeth untuk tidak mengikuti 'jejak' AS dengan menginjakkan kaki ke Taiwan.

Berbicara pada konferensi pers di London, Duta Besar China, Zheng Zeguang, yang telah berada di daftar sanksi parlemen sejak musim panas lalu, juga mengingatkan pemerintah Inggris tentang komunike bersama yang ditandatangani kedua negara pada tahun 1972, ketika mereka mulai bertukar duta besar.

Komentar Zheng muncul ketika Pelosi memulai kunjungan kontroversialnya ke Taiwan, di mana Beijing mengeklaim kedaulatannya di sana. Pelosi mengatakan kunjungannya adalah untuk menunjukkan solidaritas terhadap demokrasi Asia yang dinamis, tetapi sebagai tanggapan, Beijing mengeluarkan sejumlah peringatan dan ancaman.

Kementerian pertahanan China mengatakan pada hari bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah ditempatkan dalam siaga tinggi dan mengumumkan serangkaian operasi militer yang ditargetkan, termasuk uji coba rudal, di perairan timur Taiwan dan latihan mengelilingi pulau utama selama empat hari.

Adapun, ketegangan antara China dan sejumlah negara barat, termasuk Inggris, atas Taiwan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Utusan China itu mengatakan, janji beberapa politisi Inggris untuk membantu mempertahankan Taiwan dan rencana kunjungan anggota parlemen ke pulau itu akan merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip 'Satu China' dan komunike bersama.

"Ini adalah ... campur tangan dalam urusan internal China yang pasti akan menyebabkan konsekuensi yang parah dalam hubungan China-Inggris ... Kami meminta pihak Inggris untuk mematuhi komitmennya sendiri ... dan tidak meremehkan sensitivitas ekstrem dari masalah Taiwan, dan tidak mengikuti jejak AS," tutur Zheng seperti dilansir The Guardian, dikutip Rabu (03/08/2022).

"Seperti yang saya katakan, mereka yang bermain api akan terbakar," tambah Zheng.

Sebelumnya, The Guardian melaporkan pada hari Senin bahwa komite urusan luar negeri House of Commons Inggris merencanakan kunjungan ke Taiwan akhir tahun ini, kemungkinan pada November atau awal Desember.