Virus endemik di Afrika Tengah dan Afrika Barat ini beberapa bulan lalu mulai menyebar ke berbagai negara non endemik seperti Inggris, Spanyol, Amerika Utara, bahkan sudah sampai Korea Selatan hingga negara tetangga Singapura

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam, Kepulauan Riau meningkatkan pengawasan di pintu masuk internasional yang ada di Kota Batam. Hal ini dilakukan seiring dengan temuan 11 kasus cacar monyet di Singapura.

Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi KKP Kelas I Batam, Romer Simanungkalit menyatakan akan memantau melalui suhu dan gejala pada tubuh pendatang yang masuk ke Kota Batam. 

"Sama seperti kasus lainnya. Karena kami juga tidak ada alat khusus untuk mendeteksi cacar monyet ini. Kita perlu antisipasi dan meningkatkan pengawasan karena kita merupakan pintu masuk bagi orang asing," kata dia di Batam, Rabu (03/08/2022).

Hingga saat ini pihaknya bersama dengan Dinas Kesehatan serta Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam akan membuat mekanisme jika ditemukan kasus cacar monyet di Kota Batam, khususnya pelabuhan internasional. 

"Kita tidak bisa membatasi orang masuk dan itu tidak diperbolehkan, yang bisa terdeteksi nanti kemungkinan probable, karena kalau suspek pasti sudah tidak diperbolehkan melakukan perjalanan oleh otoritas Singapura. Karena mereka pasti lebih ketat," kata Romer.

Berdasarkan petunjuk teknis penanganan, kasus cacar monyet akan dikarantina hingga 21 hari. Jika terdapat kasus cacar monyet di pelabuhan internasional, maka pihak KKP akan berkoordinasi dengan Dinkes Batam serta rumah sakit rujukan yaitu RS Badan Pengusahaan (BP) Batam dan RSUD Embung Fatimah.

Virus endemik di Afrika Tengah dan Afrika Barat ini beberapa bulan lalu mulai menyebar ke berbagai negara non endemik seperti Inggris, Spanyol, Amerika Utara, bahkan sudah sampai Korea Selatan hingga negara tetangga Singapura.

Oleh sebab itu, pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus monkeypox atau cacar monyet yang tengah merebak ke beberapa negara non-endemik. 

Penyakit cacar monyet oleh Organisasi Kesehatan Dunia [WHO] telah ditetapkan sebagai darurat kesehatan dan menyita perhatian internasional.

Pemerintah lewat Kemenkes bahkan juga telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/2752/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox di negara non endemik. 

Dalam SE yang ditandatangani oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes pada 26 Mei 2022 itu, Kemenkes minta agar setiap jalur perbatasan melakukan pengawasan ketat sejak dini.