Hubungan China dan Amerika Serikat (AS) semakin memanas pasca kunjungan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi

Hubungan China dan Amerika Serikat (AS) semakin memanas pasca kunjungan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi ke Taiwan. Pelosi meninggalkan Taiwan pada Rabu (03/08) malam setelah kunjungan selama 19 jam.

Keesokan harinya, dengan dalih melakukan latihan militer besar-besaran, China meluncurkan total 11 rudal balistik ke sekitar Taiwan.

Mengutip AFP, Jumat (05/08), latihan militer tersebut adalah buntut akan kemarahan pemerintah Xi Jinping terhadap kedatangan Pelosi ke pulau itu. Menurut Beijing, itu sama saja mendukung kemerdekaan Taiwan.

Penembakan 11 rudal balistik itu dilaporkan Kementerian Pertahanan Taiwan. Rudal tersebut diyakini kelas Dongfeng. Taiwan sendiri mengutuk tindakan itu sebagai "irasional yang merusak perdamaian regional".

Juru bicara Gedung Putih John Kirby, menilai aksi Negara Tirai Bambu itu merupakan tindakan yang berlebihan. Kirby juga menyebut China menjadikan kunjungan Pelosi sebagai alasan untuk meningkatkan aktivitas militer yang provokatif.

"China telah memilih untuk bereaksi berlebihan dan menggunakan kunjungan pembicara sebagai dalih untuk meningkatkan aktivitas militer yang provokatif di dalam dan sekitar Selat Taiwan," kata John Kirby dikutip AFP.

Merespons reaksi China, Kirby mengatakan Pentagon telah memerintahkan sejumlah kapal angkatan laut AS yang dipimpin oleh kapal induk USS Ronald Reagan untuk tetap berada di pangkalan area umum untuk memantau situasi.

"Kami tak akan terhalang untuk beroperasi di laut dan langit Pasifik Barat sesuai dengan hukum internasional, seperti yang telah kami lakukan selama beberapa dekade, mendukung Taiwan dan mempertahankan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata Kirby.