Awal pekan di bulan Agustus, nilai aset kripto atau uang kripto (cryptocurrency) bergerak naik. Tapi jangan senang dulu, bisa jadi tak berlangsung lama.

Pergerakan pasar aset kripto pada Senin (8/8/2022), dibuka sedikit reli. Hal ini membuat para investor tersenyum menyambut awal pekan dengan segudang aktivitas di hadapannya.

Melansir data CoinMarketCap Senin pukul 10.05 WIB, 10 aset kripto papan atas, serentak naik meski tipis ke zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC), naik 1,37% ke US$ 23.309,62 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) melonjak 1,65% ke US$ 1.713,08 di waktu yang sama.

Altcoin lainnya juga bernasib sama. Sebut saja, Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) dan Solana (SOL) nilainya tumbuh di atas 3% dalam 24 jam terakhir.

Menurut salah satu trader Tokocrypto, Nathan Alexander, penguatan market aset kripto, sejatinya masih memanfaatkan momentum pelemahan indeks dolar AS sejak akhir pekan lalu. 

Selera investor untuk masuk ke market meningkat jika dolar AS terlihat tidak menguntungkan.

“Dampak positif juga datang dari perilisan data ketenagakerjaan AS yang disambut baik, karena tingkat pengangguran adalah 3,5% di bawah perkiraan yang bakal semakin meningkat. Data ini jauh lebih baik dari yang diharapkan sebagai tanda kekuatan untuk pasar kerja. Alhasil juga meningkatkan selera investor kripto untuk akumulasi,” kata Nathan, Senin (8/8/2022).

Secara keseluruhan, market kripto masih dalam fase sideways atau datar. Pergerakan aset kripto yang tak beraturan menandakan tengah berada di fase sideways.

Pangkal kegalauan market kripto, kali ini, adalah kondisi makroekonomi dan kabar negatif terkait peretasan yang banyak muncul akhir-akhir ini, seperti di jaringan Solana dan Nomad. 

Data ketenagakerjaan AS ternyata juga bisa bisa menekan laju market kripto.

“Data menunjukkan beban gaji perusahaan di AS semakin meningkat dan bisa membuat inflasi terus meningkat. Jika ini terjadi, The Fed bisa saja kembali meneruskan pengetatan kebijakan moneternya dengan agresif. Namun di saat bersamaan, investor juga merasa data tersebut bisa menjadi indikasi bahwa ekonomi AS bisa terhindar dari resesi ekonomi di kuartal ini,” jelas Nathan.

Dari segi analisis teknikal, investor telah melakukan price actions setelah nilai BTC sukses bertahan di atas level psikologis US$ 23.000. 

Di mana  BTC berhasil rebound menandakan pergerakannya terbilang positif untuk sementara. Namun, penguatan harga tersebut ternyata tidak diiringi dengan aksi akumulasi yang masif dan volume perdagangan yang tinggi.

Level resistance BTC sekarang, berada di US$ 24.700. Jika, BTC berhasil tembus level tersebut dengan volume meyakinkan, maka potensi melanjutkan penguatan sampai ke level US$ 25.960. Tapi kalau gagal, bisa turun ke level US$ 22.530 hingga US$ 21.840,” tutur Nathan.

Pekan ini menjadi momen penting bagi Ethereum, karena akan ada penggabungan testnet ketiga dan terakhir, yang disebut Goerli. Diharapkan penggabungan ini terjadi pada 10-12 Agustus mendatang, dan bisa menggerakan harga ETH, Ethereum Classic (ETC) dan market kripto secara keseluruhan.

“Apabila pergerakan harga ETH berhasil pullback, maka supply area pada level US$ 1.739-US$ 1.916 masih menjadi target utama dalam kenaikan harga ETH selanjutnya,” pungkas Nathan.