Suara kaum muda perlu didengar dan akan diperjuangkan agar bisa masuk dalam salah satu rekomendasi kebijakan Leaders’ Declaration pada November 2022 mendatang

Pemerintah terus mendorong seluruh masyarakat untuk mendukung peran penting Indonesia dalam Presidensi G20 tahun 2022 ini. Generasi muda juga dapat turut serta secara aktif melalui Forum Youth 20 (Y20) yang mengangkat empat fokus utama yakni ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, planet yang berkelanjutan dan layak huni, serta keberagaman dan inklusi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga merupakan Ketua Sherpa G20 Indonesia mengatakan bahwa Pemerintah menyambut baik Communiqué Y20 yang mengusung empat fokus tersebut. Menko Airlangga juga menekankan bahwa generasi muda memiliki peran sangat penting dalam menentukan masa depan suatu bangsa.

Dalam Y20 Summit yang merupakan penutupan dari gelaran acara Y20 Indonesia, Communiqué Y20 telah diadopsi oleh seluruh delegasi yang hadir. Sebagai tindak lanjut dari hal tersebut, tim Y20 Indonesia yang diwakili Co-Chairs dan Delegasi Indonesia untuk Y20 tahun 2022 melakukan audiensi ke Kantor Sekretariat Sherpa G20 Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi selaku Co-Sherpa G20 Indonesia menerima audiensi tersebut di Loka Jenggala, Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (11/08). Tujuan audiensi tim Y20 Indonesia yakni untuk memaparkan Communiqué Y20 dan meminta dukungan agar dokumen tersebut bisa menjadi solusi konkret dan menjadi salah satu rumusan rekomendasi dalam Leaders’ Declaration.

Dalam audiensi tersebut, Delegasi Indonesia untuk Y20 2022 yang diwakili oleh Marcel Satria (Indonesian Delegate to Y20: Digital Transformation) dan Nashin Mahtani (Indonesian Delegate to Y20: Sustainable and Livable Planet) memaparkan hasil Communiqué Y20 2022.

Marcel mengawali presentasi dengan permohonan dukungan kepada G20 Leaders untuk turut mengadopsi komitmen-komitmen yang berkaitan dengan kesehatan global, seperti mendorong pengumpulan data kesehatan yang diinformasikan secara aktif dan adil, sebagai bentuk transparansi. Kemudian, Nashin meminta para Pemimpin G20 dapat menghilangkan bias sistemik dalam perawatan sektor kesehatan. 

Co-Sherpa Edi dalam audiensi tersebut mengatakan bahwa suara kaum muda perlu didengar dan akan diperjuangkan agar bisa masuk dalam salah satu rekomendasi kebijakan Leaders’ Declaration pada November 2022 mendatang.

“Saya ucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Y20 Summit di Jakarta dan Bandung pada Juli 2022 lalu. Kami menyambut baik hasil kerja keras teman-teman Y20 dengan telah diadopsinya Communiqué Y20 2022. Ini merupakan pencapaian luar biasa di tengah-tengah eskalasi tensi geopolitik di belahan lain dunia,” ungkap Co-Sherpa Edi.

Lebih lanjut juga dijelaskan bahwa setiap pertemuan pre-summit tidak hanya dihadiri oleh delegasi negara G20, tetapi juga oleh observer dari organisasi internasional, negara undangan, dan komunitas-komunitas tertentu, seperti indigenous people, local communities, refugee, dan person with disability.