Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat realisasi investasi PT Kohler Manufacturing Indonesia Rp14,5 triliun di Cikarang, Jawa Barat.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat realisasi investasi PT Kohler Manufacturing Indonesia Rp14,5 triliun di Cikarang, Jawa Barat. 

Pabrik baru ini akan memiliki kapasitas terpasang hingga 1 juta unit untuk produk keramik saniter, yang di antaranya berupa toilet, wastafel, dan urinal.

“Kohler adalah brand global yang ikonik dan kami bangga melihat perusahaan ini bisa memperluas operasional manufakturnya di Indonesia. Investasi perusahaan tersebut akan membawa bisnis terkemuka untuk sektor industri di tanah air, sehingga membuka ratusan lapangan pekerjaan yang baik ke lanskap manufaktur yang tumbuh pesat di kawasan ini,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dikutip dari keterangan resminya, Rabu (17/8/2022).

Menperin menyebutkan, sejak Januari 2022, realisasi produksi PT Kohler Manufacturing Indonesia telah menembus 239.000 unit. Perusahaan asal Amerika Serikat (AS)  ini memiliki jumlah tenaga kerja sebanyak 429 orang, dan akan menyerap lebih dari 1.000 pekerja setelah kapasitas produksi berjalan penuh.

Terkait negara tujuan, penjualan produk-produk PT Kohler Manufacturing Indonesia sebesar 90% akan ditujukan untuk memenuhi pasar ekspor, antara lain ke Amerika Serikat dan negara-negara Asia Pasifik.

"Kemenperin bertekad untuk terus menjaga perlindungan dan keberlangsungan iklim usaha, termasuk bagi sektor industri keramik," tegas Menperin Agus.

Tercatat selama semester I-2022, terdapat empat realisasi investasi di sektor industri keramik, yang meliputi tiga di antaranya berlokasi di Kawasan Industri Kendal, Batang, Mojokerto dengan total investasi sebesar Rp3,2 triliun, sedangkan yang keempat adalah investasi PT Kohler Manufacturing Indonesia.

Menperin mengemukakan, kebijakan-kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri keramik saniter di Indonesia, di antaranya melalui pemberian insentif tax allowance dan fasilitas Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar USD6 per MMBTU.

“PT Kohler Manufacturing Indonesia saat ini tercatat sebagai penerima HGBT dengan alokasi sebesar 0,07 BBTUD,” tandasnya.