Melalui Bendungan Semantok Brantas Abipraya berperan aktif mengurangi risiko banjir 30% di Nganjuk dan sekitar

Masuk sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), Bendungan Semantok yang berlokasi di Dusun Kedungpingit, Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur segera tuntas. Dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi, bendungan ini nantinya akan menjadi bendungan terpanjang se-Asia Tenggara. Bendungan inipun telah dialiri (impounding) pada 13 Juli dan sesuai kontrak, bendungan ini ditargetkan tuntas Desember 2022.

Dikenal sebagai champion dalam pembangunan bendungan, memperkuat komitmennya sebagai BUMN yang selalu ada untuk Indonesia, melalui Bendungan Semantok Brantas Abipraya berperan aktif mengurangi risiko banjir 30% di Nganjuk dan sekitar.

“Dengan hadirnya Bendungan Semantok ini nantinya dapat mereduksi risiko banjir 137 meter kubik per detik. Brantas Abipraya optimis dapat menuntaskan bendungan ini segera, dan lekas diresmikan agar manfaatnya dapat segera dapat dirasakan masyarakat Kabupaten Nganjuk,” ungkap Miftakhul Anas, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.

Anas menambahkan, pada tahap akhir pekerjaan Brantas Abipraya terus melakukan penyempurnaan konstruksi bendungan agar kekuatan struktur terjaga. Sebagai upaya mendukung gerakan green initiative, lansekap bendungan pun akan ditanami ribuan pohon jati emas.

Dikatakannya juga bendungan yang bakal memperkuat  ketahanan air dan pangan di Nganjuk dan sekitarnya ini memiliki panjang mercu bendungan 3.100 meter. Bendungan bertipe urugan random tanah tipe zonal dengan inti tegak ini memiliki tinggi 38,5 meter.

Nantinya pun bendungan ini dapat menampung air dengan total volume tampung 32,67 juta meter kubik dan luas area genangan 365 hektar, sehingga nantinya saat musim kemarau bendungan ini dapat menyuplai air. Jadi masyarakat tak perlu lagi ketakutan akan tertimpa kekeringan di area persawahannya.

Hal ini pun juga dapat meningkatkan produktifitas pertanian, karena dapat mengairi irigasi ke hampir 1.900 hektar lahan sawah.

Tak hanya itu, kehadiran Bendungan Semantok juga dapat memberikan manfaat sebagai pengedali banjir, karena daya tampungnya yang besar hal ini membuat bendungan dapat menahan air yang berlimpah saat musim hujan. Nantinya pun juga berpotensi sebagai penyedia air baku sebanyak 312 liter per detik untuk Kecamatan Rejoso, Nganjuk.

Sebagai tambahan informasi, pengerjaan bendungan yang kokoh dan mumpuni pastinya didukung kuat oleh sumber daya manusia (SDM) di dalamnya. Keseriusan Brantas Abipraya untuk terus meningkatkan kompetensinya dibuktikan dengan membangun sekolah bendungan pertama di Indonesia yaitu School of Dam pada Maret 2022 lalu.

Selain itu, tak hanya sedang mengerjakan Bendungan Semantok, BUMN konstruksi ini juga sedang menyelesaikan bendungan terbesar di Aceh Utara yaitu Bendungan Keureuto, Bendungan Sepaku Semoi di Kalimantan Timur tepatnya di Ibu Kota Nusantara (IKN), Bendungan Bener yang merupakan bendungan tertinggi di Indonesia, Bendungan Ciawi yaitu bendungan kering pertama di Indonesia dan beberapa bendungan lainnya.

“Dengan diselesaikannya Bendungan Semantok ini nanti juga dapat menambah daftar deretan bendungan karya Brantas Abipraya, khususnya di Jawa Timur yaitu Bendungan Tukul di Pacitan yang telah diresmikan tahun lalu,” tutup Anas.