Pemerintah uji-coba kompor listrik di tiga daerah, yakni Denpasar, Solo, dan Sumatera. PKS yang biasanya 'garang' malah mendukung rencana tersebut.

Anggota Komisi VII DPR, Mulyanto melihat sisi positif dari wacana migrasi penggunaan kompor listrik ini adalah untuk mereduksi ketergantungan masyarakat pada LPG impor.

"Program yang lebih menarik adalah introduksi Jargas (jaringan gas alam). Program ini lebih sederhana, selama infrastruktur jaringan utama transmisi gasnya sudah tersedia. Karenanya Pemerintah perlu menggencarkan program Jargas ini secara lebih intensif lagi. Namun, faktanya sampai hari ini kinerja program jargas ini masih jauh dari target yg telah ditetapkan,” tegas Mulyanto yang juga Wakil Ketua Fraksi PKS itu, Jakarta, Kamis (22/9/2022)

Dia juga meminta agar pemerintah dapat menjamin bahwa tarif listrik tetap disubsidi dan adanya penambahan daya dari 450 VA ke 2200 VA yang diberikan secara gratis.

"Kalau itu yang dilakukan Pemerintah maka mungkin masyarakat dapat mengikuti program ini secara sukarela. Selama introduksi kompor induksi (kompor listrik) ini memenuhi hal tersebut di atas dan bermanfaat bagi masyarakat, tentu kita tidak keberatan. Namun kalau program ini hanya menambah beban rakyat, yang sudah berat, PKS tentu akan menolak,” jelas Mulyanto.

Ia menyinggung bahwa secara umum keuntungan bagi masyarakat dalam penggunaan kompor induksi adalah efisiensi dan keamanan yang lebih baik, dibandingkan dengan penggunaan kompor LPG yang kadang muncul kasus kebocoran gas atau kebakaran.

"Karena kondisi over supply listrik tersebut kinerja keuangan PLN cukup tertekan. Apalagi dengan adanya klausul TOP (take or pay) dalam perjanjian listrik dengan pihak IPP (independent power prodycer), dimana PLN harus membayar kepada pihak IPP ‘baik dipakai atau tidak’ listrik yang telah dihasilkan,” sambungnya.

Untuk diketahui, kompor induksi ini rencananya terdiri dari dua tungku. Masing-masing tungku membutuhkan daya 800 Watt.

Jadi untuk satu kompor induksi memerlukan daya sebesar 1600 Watt. Karenanya daya listrik pelanggan sasaran program ini akan dinaikan dari 450 VA atau 900 VA menjadi 2200 VA.