Menurutnya, dukungan penanganan pandemi COVID-19 global akan segera runtuh, begitu negara-negara serta industri lainnya juga berpikir pandemi telah berakhir dan menghentikan bantuannya

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengimbau negara-negara maju yang mengklaim pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 sudah berakhir di negaranya, untuk tetap memperhatikan serta membantu negara lain yang berpenghasilan rendah. Tujuannya, agar bisa keluar juga dari wabah tersebut.

Berbicara dalam sebuah wawancara, Penasihat Senior WHO, Bruce Aylward, memperingatkan bahwa negara-negara kaya tidak boleh mundur dalam menangani pandemi COVID-19 sebagai masalah global, sebelum gelombang infeksi dapat kembali datang di masa depan.

Pekan lalu Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sempat menyinggung akhir pandemi COVID-19 sudah di depan mata.  

Meski demikian, ia menyebut pandemi belum benar-benar berakhir. Menyusul pernyataan itu, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden baru-baru ini mengatakan bahwa pandemi sudah berakhir di negaranya.

Atas hal tersebut, Alyward menyerukan agar negara-negara yang mengklaim pandemi telah berakhir dapat segera membantu menyelesaikan pandemi di belahan negara lainnya, yang masih sangat jauh mencapai titik itu.

Dalam wawancara tersebut, ia menyinggung, pernyataan Biden memang ada benarnya. Sebab, AS memiliki akses yang baik ke semua alat penanganan pandemi COVID-19.

Aylward menyoroti pada tim yang dikoordinasikannya, yang fokus pada akses penyebaran vaksin, perawatan, serta alat tes COVID-19 di seluruh dunia yang terlihat belum siap untuk keluar dari fase darurat penanganan pandemi. 

Menurutnya, negara-negara harus siap dan memiliki perawatan di tempat untuk setiap gelombang infeksi lebih lanjut.

"Jika Anda pergi tidur sekarang kemudian gelombang (COVID-19 kembali) menghantam kita dalam tiga bulan ke depan, ya Tuhan, (ibarat) ada darah di tangan Anda," ujar Aylward yang dimuat Reuters pada Sabtu (24/09/2022).

Ia kembali menegaskan, bahwa kini bukan waktunya bagi negara-negara kaya bersantai menghadapi pandemi COVID-19.

Menurutnya, dukungan penanganan pandemi COVID-19 global akan segera runtuh, begitu negara-negara serta industri lainnya juga berpikir pandemi telah berakhir dan menghentikan bantuannya.