Kegiatan Olimpiade APBN kali ini diikuti oleh 3.987 Tim yang terverifikasi dari total pendaftar sebanyak 4.177 Tim, diantaranya terdapat lima tim yang berada di luar negeri

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sangat mengapresiasi penyelenggaraan Olimpiade APBN Tahun 2022. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Kementerian Keuangan untuk meningkatkan kepedulian generasi muda Indonesia terhadap sebuah instrumen yang berperan penting bagi bangsa Indonesia yakni APBN.

“Ini adalah upaya kita untuk terus mengedukasi, mensosialisasi, dan mengenalkan APBN kepada masyarakat. Kenapa ini penting? Karena ini adalah bagian dari cara kita menunjukkan kepedulian terhadap negara kita sendiri,” ungkap Menkeu saat menyampaikan arahannya pada Pembukaan Olimpiade APBN 2022 secara daring, Minggu (25/09).

Kegiatan Olimpiade APBN kali ini diikuti oleh 3.987 Tim yang terverifikasi dari total pendaftar sebanyak 4.177 Tim, diantaranya terdapat lima tim yang berada di luar negeri. Jumlah ini naik dari tahun 2019 yang hanya diikuti oleh 1.400 Tim.

“Jadi kenaikan yang luar biasa, minat dari generasi terutama anak-anak SMA untuk ikut Olimpiade APBN,” tandas Menkeu.

Olimpiade APBN Tahun 2022 bahkan mendapatkan perhatian dari dunia internasional. Menurut Menkeu, UNICEF Indonesia melihat bahwa Olimpiade ini memberikan dampak yang positif sehingga mereka mengikuti dan berpartisipasi di dalam pelaksanaan Olimpiade APBN Tahun 2022 ini.

“Ini adalah sesuatu hal yang sangat bagus karena yang tadinya merupakan inisiatif dari Kementerian Keuangan, kita kelola dan kita juga terus melakukan sosialisasi edukasi secara sangat meluas dan partisipasi dan minat dari anak-anak muda menjadi luar biasa sangat tinggi,” jelas Menkeu.

Selain dapat mengenal APBN secara jauh lebih detail mengenai komponen keuangan negara, melalui Olimpiade APBN juga menjadi wadah generasi muda untuk menjadi generasi yang peduli negeri. Peduli negeri dengan cara mempelajari sebuah instrumen APBN untuk memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi diri sendiri dan pada saat yang sama memperbaiki Indonesia.

“Saya harap kalian juga menikmati proses ini sebagai sesuatu yang bisa membuat kalian memiliki tambahan ilmu tapi juga pengalaman. Kalian adalah generasi yang kita semuanya meletakkan harapan untuk meneruskan cita-cita menuju Indonesia ke depan, generasi peduli negeri,” pungkas Menkeu.