Kemal meyakini temuan potensi migas yang berada di Blok Andaman II tidak akan bernasib sama seperti Blok Sakakemang, yang cadangan gasnya tidak sesuai ekspektasi awal. Mengingat operator Blok Andaman II masih akan terus melangsungkan kegiatan pengeboran sumur tambahan

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) optimistis, temuan gas di Blok Andaman II masih menjanjikan. Menyusul kekhawatiran Premier Oil A Harbour Energy Company selaku operator Blok tersebut atas kualitas reservoir pada sumur eksplorasi Timpan-1 yang tidak sesuai ekspektasi.

Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Mohammad Kemal menilai permeabilitas porositas sumur Timpan - 1 Blok Andaman II lebih tight. Akan tetapi, ketebalan reservoir aktual melebihi yang diperkirakan, sehingga diperkirakan sumberdaya yang terbukti pasca pengeboran tidak berbeda jauh dari angka sumberdaya sebelum pengeboran.

Kemal meyakini temuan potensi migas yang berada di Blok Andaman II tidak akan bernasib sama seperti Blok Sakakemang, yang cadangan gasnya tidak sesuai ekspektasi awal. Mengingat operator Blok Andaman II masih akan terus melangsungkan kegiatan pengeboran sumur tambahan.

"Insya Allah masih akan ada beberapa tambahan sumur lagi. Insya Allah optimismenya masih sama." ujar Kemal, Selasa (27/09/2022).

Sebelumnya, SKK Migas menyebut jumlah cadangan di Blok Sakakemang rupanya tak sebesar ekspektasi awal. Hal ini lantas berdampak pada kontrak jual beli gas yang sebelumnya sudah ditandatangani dengan para calon pembeli.

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas, Arief Setiawan Handoko mengatakan dengan adanya kondisi tersebut maka calon pembeli gas di Blok Sakakemang akan dikurangi. Meski begitu, dia belum merinci berapa jumlah pasokan gas yang nantinya akan dikurangi.

"Gas nya kan gak sesuai di awal. Nah kan Sakakemang kalau gak salah ke Rokan ke Pupuk, makanya dikurangi," kata Arief saat ditemui di JCC Senayan, Kamis (28/07/2022).

Padahal, menurut Arief pihaknya sendiri sudah berupaya menyiapkan calon pembeli yang nantinya akan menyerap gas dari Blok Sakakemang. Namun demikian setelah dilakukan proses lebih lanjut temuan gas tidak sebesar yang dipaparkan di awal.

"Kita udah siap-siapin kan off taker nya. Eh gak taunya gasnya gak ada. Kayak etalase lah, saya punya etalase ada teh botol ada sprite ada ini ada itu yang saya jual. Kan janjinya etalase nya penuh. Eh cuma ada dua teh botol, sprite nya gak ada" kata dia.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya tengah menanti revisi rencana pengembangan (POD) Blok Sakakemang oleh perusahaan migas asal Spanyol, Repsol. Hal tersebut menyusul dengan jumlah cadangan yang rupanya hanya sekitar 0,5 triliun kaki kubik (TCF).

Menurut Dwi, proses pengembangan Blok Sakakemang yang berada di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan masih dilakukan pembahasan untuk proses selanjutnya.

Pasalnya, selain memasukkan fasilitas Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) di dalam revisi PoD, Repsol juga perlu mengevaluasi terkait cadangan yang ada.

"Direvisi karena pengeboran berikutnya gak sebesar yang pertama sehingga saya kira mereka sekarang di bawah 0,5 TCF," katanya saat ditemui di Gedung SKK Migas, Jumat (15/07/2022).


cnbc