Pada simulasi survei menunjukkan pasangan Prabowo-Erick Thohir berhasil meraih suara tertinggi dengan 37,3 persen. Menyusul kemudian Ganjar Pranowo-Puan Maharani dengan 34,4 persen sedangkan Airlangga Hartarto-Ridwan Kamil berada diangka 10,8 persen

Jika diduetkan sebagai pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024, pasangan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir kokoh menempati urutan pertama.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei Indikator Politik yang menemukan, elektabilitas Prabowo-Erick Thohir menjadi yang paling tinggi. Dalam survei tersebut, Prabowo selalu unggul saat dipasangkan dengan Erick Thohir. 

Tercatat pada survei terbaru yang dirilis pada Minggu (02/10/2022), elektabilitas pasangan Prabowo-Erick Thohir pada bulan September ini berada di angka 37,3 %.

Prabowo-Erick Thohir unggul saat simulasi tiga pasangan capres-cawapres meliputi Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo - Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto-Menteri BUMN Erick Thohir.

"Jika tiga pasang yang maju dalam Pilpres 2024 tidak ada yang menang satu putaran. Tidak ada satupun nama yang bisa membungkus hanya dari satu putaran," ujar Burhanuddin seperti dikutip dalam akun Youtube Indikator Politik Indonesia.

Lebih lanjut dalam survei merincikan raihan angka elektabilitas dari simulasi tiga paslon untuk Pilpres 2024. Duet Prabowo Subianto-Erick Thohir selalu berada di posisi teratas berhasil mengungguli pasangan lainnya.

Pada simulasi survei menunjukkan pasangan Prabowo-Erick Thohir berhasil meraih suara tertinggi dengan 37,3 persen. Menyusul kemudian Ganjar Pranowo-Puan Maharani dengan 34,4 persen sedangkan Airlangga Hartarto-Ridwan Kamil berada diangka 10,8 persen.

"Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan," terang Burhanuddin.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei inijumlah sampel sebanyak 1.220 orang. Sampel berasal dari seluruh Provinsi yang terdistribusisecara proporsional.

Lebih jelas lagi dengan asumsi metode yang digunakan yakni simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.