Kami mengundang para delegasi untuk berkolaborasi dalam menyelesaikannya sebagai dokumen hasil untuk WCCE tahun ini

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengajak para delegasi  World Conference on Creative Economy (WCCE) pada 5-7 Oktober 2022 di Bali sebagai momentum penggerak pemulihan sektor ekonomi kreatif global.

Wamenparekraf saat Opening Session Friends of Creative Economy WCCE 2022 di Bali International Convention Center-Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (5/10/2022) menjelaskan penyelenggaraan konferensi ekonomi kreatif internasional ketiga ini, diharapkan mampu menjadi suatu tindakan untuk membangkitkan dan memulihkan sektor ekonomi kreatif global.

“Saya mengajak para delegasi agar pembicaraan kita hari ini akan menjadi sebuah tindakan dan menjadi mesin penggerak ekonomi kreatif global untuk berjuang, tidak hanya sebagai penggerak pemulihan ekonomi kreatif, namun juga untuk pemulihan ekonomi global dan sebagai kendaraan untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan untuk semua,” ujarnya.

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo juga menjelaskan saat pandemi sektor ekonomi kreatif terkena dampak pandemi sama seperti sektor lainnya. Namun dari 17 subsektor ekonomi kreatif terdapat beberapa sektor yang malah bangkit di tengah pandemi.

“Sebagai contoh, selama pandemi di Indonesia content-based tumbuh 10 persen dan ekonomi kreatif berbasis digital 4 sampai 5 persen. Di industri kreatif lainnya, kita melihat industri kembali kuat. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah pangsa pasar film lokal lebih tinggi yaitu 61 persen,” ujar Angela.

Ia juga masih melihat pertumbuhan di beberapa subsektor ekonomi kreatif pemulihan cepat di subsektor lain, ketika teknologi berperan dan kekayaan intelektual secara tepat dinilai sebagai aset. Kedepannya kita juga melihat semakin maraknya kewirausahaan sosial yang memperkuat rantai nilai ekonomi kreatif untuk lebih bertanggung jawab terhadap pembangunan sosial dan lingkungan serta inklusivitas terhadap perempuan, pemuda, dan kaum marginal.

“Namun, saya yakin masih banyak ruang untuk tumbuh dan memanfaatkannya dengan terus mempromosikan lingkungan yang mendukung di negara kita masing-masing dan mengenali sumber peluang dan pertumbuhan yang besar pasca pandemi dari ekonomi kreatif,” katanya.

Wamenparekraf Angela juga memaparkan empat subtema di depan para delegasi, yang diharapkan mampu menghasilkan poin penting untuk pemulihan sektor ekonomi kreatif pasca pandemi.

Keempat subtema tersebut antara lain, Pertama adalah "Pertinent Issues and Progress on Creative Economy", Kedua terkait “Resilient Creative Economy for Global Goals” Ketiga ialah "Global Creative Economy: What's Next?", dan keempat adalah “Introduction of Creative Economy Roadmap”, dimana kita akan memperkenalkan “Bali Creative Economy Roadmap draft” yang akan menjadi dokumen rujukan hasil WCCE tahun ini.

Secara singkat, ujar Wamenparekraf Angela, draft ini terdiri dari enam belas pilar aksi yang memetakan prioritas ekonomi kreatif untuk pemulihan global.

“Kami mengundang para delegasi untuk berkolaborasi dalam menyelesaikannya sebagai dokumen hasil untuk WCCE tahun ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Wamenparekraf juga berterima kasih atas kedatangan para delegasi dari berbagai negara di Bali di tengah jadwal yang padat namun mampu hadir di Pulau Dewata dengan keramahtamahan, keindahan alam dan budayanya.

“Atas nama pemerintah Indonesia dan tim, kami berterima kasih atas kehadiran Anda di Bali. Saya harap para delegasi dapat menemukan waktu untuk menikmati keindahan alam bali serta pengalaman keramahan Bali yang terkenal,” ujarnya.

“Ekonomi kreatif adalah sumber ketahanan yang kuat di dunia ditengah era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity_). Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada rekan kami di Kementerian Luar Negeri, mitra kami sejak hari pertama,” pungkas Wamenparekraf Angela.