Proyek tersebut tercatat lewat Kode RUP 36341964. dengan satuan kerja pengusul Sekretariat Jenderal DPR RI

Proyek pengadaan televisi untuk ruang kerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) membuat heboh. Pasalnya, proyek tersebut tercatat menggunakan anggaran tahun 2022, dengan total anggaran sebanyak Rp1.554.000.000 yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pengadaan TV LED itu terlihat di situs resmi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Proyek tersebut tercatat lewat Kode RUP 36341964. dengan satuan kerja pengusul Sekretariat Jenderal DPR RI. "Pengadaan TV LED 43 inch untuk ruang kerja anggota," demikian nama paket yang tertulis dalam situs tersebut.

Setjen DPR menegaskan belum laksanakan dan tidak akan melanjutkan proses pengadaan TV tersebut.

Kabiro Umum Setjen DPR RI Rudi Rochmansyah, Rabu (05/10) mengatakan, data pengadaan 100 unit TV senilai Rp 1,5 miliar memang sempat diajukan di Sirup LKPP pada awal tahun. Namun dia memastikan pengajuan itu belum tentu dilaksanakan.

"Di Sirup itu biasanya semua Kementerian Lembaga di awal tahun memang mengumumkan di sirup, tetapi belum tentu dilaksanakan, karena kan biasanya ada proses revisi. Nah jadi itu hanya berdasarkan di awal aja, dan sudah kita revisi, sudah lama. Karena kita nggak laksanakan ya revisinya memang mungkin belum sempat di-upload, karena belum kita laksanakan," kata Rudi.

Rudi mengatakan sampai saat ini belum ada tahapan pengadaan TV itu yang berjalan. Menurutnya, proses pengadaan tersebut pastinya terlihat jika sudah berjalan.

"Belum sama sekali, kan logikanya kalau sudah jalan kan sudah ada, ada pengumumannya, ada peserta tendernya, dan sudah pasti, kalau ada peserta tender kan terinformasikan juga. Seperti proses tender sebelumnya biasanya ada tuh proses, nah ini karena belum dilaksanakan, jadi proses-proses tender memang belum ada," ucapnya.

Rudi pun memastikan akan merevisi yang tercantum di Sirup LKPP. Selain itu, dia menegaskan tidak akan melanjutkan proses pengadaan 100 unit TV 43 inci senilai Rp 1,5 miliar.

"Belum belum, nggak ada (rencana melanjutkan pengadaan), ini juga sudah mau akhir tahun, nggak mungkin juga kita untuk mengadakan nih. Iya. Kita kaget juga berita sudah viral jadinya. Memang nggak ada proses-prosesnya, kan ada proses tahapan, pengumuman, pemilihan segala macem, ini prosesnya aja belum ada, memang belum dilaksanakan, nggak ada proses-prosesnya," ujar dia.