"utangnya almarhum kalian nggak mau tanggung"

Baru-baru ini Teddy Pardiyana, suami dari mendiang Lina Jubaedah, Ibu kandung dari Rizky Febian, sekaligus mantan istri Sule, melakukan praperadilan ke Polda Jawa Barat atas statusnya sebagai tersangka dugaan penggelapan aset. Sebelumnya diketahui, Teddy Pardiyana dilaporkan Rizky Febian ke Polda Jawa Barat atas tuduhan penggelapan aset milik Lina Jubaedah senilai Rp 5 miliar. Namun, pihak Teddy menilai pihak kepolisian tak menemukan jumlah sebesar itu dari laporan Rizky.

"Karena menurut kita, ada hal-hal yang tidak sesuai dengan prosedural penetapan saudara Teddy sebagai tersangka. Soalnya yang dilaporkan itu Rp 5 M, tapi setelah bekerja 2 tahun, Polda Jabar itu tidak menemukan apa-apa. Hanya menemukan saudara Teddy menjual sebuah mobil Kijang seharga Rp 120 juta yang di mana Kijang itu kalau nggak salah atas nama almarhum," tutur Ali Nurdin, selaku kuasa hukum Teddy Pardiyana saat ditemui di kawasan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan.

"Jadi kalau yang dituduhkan Rp 5 miliar, terus yang ada bukti Rp 120 juta dan atas nama almarhum juga, nah itu yang jadi ganjalan kita," sambung Ali Nurdin.

Lebih lanjut, Ali Nurdin juga mengungkapkan jika Teddy Pardiyana telah menyelesaikan hutang almarhumah yang bernilai ratusan juta.

"(hutang almarhumah) Rp 120 juta. Dan kalaupun mau fair, mau adil, uang yang Rp 5 M itu nitipnya ke almarhumah, ibunya. Itu jauh-jauh sebelum saudara Teddy melaksanakan pernikahan. Jadi harusnya almarhumah yang harus bertanggung jawab," ungkap Ali Nurdin.

Tak cuma mengajukan praperadilan, Teddy Pardiyana bakal membuat laporan ke Kadiv Propam Mabes Polri. Sebab, Ia merasa ganjal dengan dirinya yang ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan menggelapkan aset Rp 5 miliar Lina Jubaedah.

"Minggu ini (laporan). Saya sudah melayangkan pengaduan. Karena menurut saya begini, kalau warisannya, peninggalannya kalian mau, ya berebut dengan berbagai cara, dengan membuat laporan pembunuhan berencana, penipuan, penggelapan, pencucian uang, tapi utangnya almarhum kalian nggak mau tanggung. Itu yang menjadi alasan karena kelihatannya ada sesuatu yang janggal," pungkas Ali Nurdin.