"Masa polisi dibercandain begitu, sih.”

Viralnya video prank terhadap polisi terkait KDRT yang dilakukan oleh pasangan Baim Wong dan Paula Verhoeven, membuat Deddy Corbuzier mengundang Tengku Zanzabella dari Sahabat Polisi Indonesia dan Prabowo Febrianto dari tim kuasa hukum polisi, ke kanal YouTube miliknya, Close the Door.

Unggahan video pada Kamis (06/10/2022), Deddy Corbuzier membuka diskusi dengan pertanyaan mengapa kasus Baim Wong dan Paula Verhoeven tidak diselesaikan secara damai saja dan kenapa harus dibawa ke jalur hukum. Tengku Zanzabella menyebut alasannya adalah marwah atau martabat dari kepolisian.

“Komitmen kita adalah menjaga marwah (martabat) polisi, tapi tentunya kita bukan sahabat oknum, loh,” jawab Tengku Zanzabella.

 “Jadi kita nggak setuju banget dengan Baim kayak gitu, itu kan namanya prank itu kan lelucon. Masa polisi dibercandain begitu, sih.” sambung Tengku Zanzabella.

Tengku Zanzabella juga menyebut bahwa konten prank semacam ini dikhawatirkan dapat membangun kebiasaan buruk di antara content creator lainnya.

 “Nanti content creator lain enak-enak aja nge-prank begitu polisinya. Begitu, Mas.” lanjutnya.

Masih bingung dengan jawaban yang diterima, Deddy Corbuzier kembali bertanya. 

“Tapi kenapa Anda bawa ke jalur hukum. Kenapa enggak ‘Ya udah minta maaf’?”

Tengku Zanzabella kemudian menjelaskan bahwa untuk minta maaf pun, Baim Wong dan Paula Verhoeven masih belum melakukannya. 

“Jadi gini, Mas. Dia itu ‘kan pergi ke Polsek minta maaf, tapi ke bapak yang di video, terus dia posting seolah-olah dia meminta maaf ke institusi. Padahal kan enggak.” jawab Tengku Zanzabella.

Prabowo Febrianto, sebagai pihak kuasa hukum polisi yang juga diundang dalam podcast tersebut, memberitahu bahwa laporan ini diberikan oleh public figure lain. Setidaknya informasi-informasi tentang video prank tersebut.

“Jadi ada public figure meminta Anda untuk melaporkan Baim Wong?” tanya Deddy Corbuzier. 

Sayangnya, identitas public figure tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut oleh Prabowo Febrianto.

“Betul. Tetapi memang di sini dia tidak mau terekspos atau apa pun itu. Dia hanya memberikan info.“ jelas Prabowo Febrianto.

Prabowo Febrianto kemudian menjelaskan bahwa Baim Wong dan Paula Verhoeven dapat dikenakan pasal berlapis. Namun, belum diketahui secara pasti apa saja pasalnya secara keseluruhan karena video tersebut masih diusut. Diterangkan juga bahwa salah satu pasal nantinya dapat membuat Baim Wong dan Paula Verhoeven dapat dipenjara hingga maksimal 10 tahun.

“Kalau di pasal 14 ayat 1 Undang-Undang No. 1 Tahun 1946, itu saya sebutkan; barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, atau umum, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 10 tahun.” tutur Prabowo Febrianto.

Dia juga merasa Baim Wong dan Paula Verhoeven dapat dikenai pasal 27 ayat 3 UU ITE, di mana isinya membahas tentang pencemaran nama baik.