keberhasilan tersebut merupakan kejelian  Erick dalam melihat kepentingan strategis nasional

BUMN Holding Industri Pertambangan Mind ID atau Mining Industry Indonesia mengandeng perusahaan asal Inggris, Arrival Ltd untuk mengembangkan pabrik mikro baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia dan Asia Tenggara.

Keberhasilan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menggandeng perusahaan asal Inggris mendapat pujian. Pengamat Ekonomi Unika Atma Jaya, Rosdiana Sijabat menilai keberhasilan tersebut merupakan kejelian  Erick dalam melihat kepentingan strategis nasional.

"Adanya rencana Mind ID bekerja sama dengan sebuah perusahaan dari Inggris perusahaan ini bergerak di bidang baterai kendaraan listrik, saya kira ini kerja sama yang sangat strategis apabila ini bisa dilakukan dan saya nilai Pak Erick Thohir jeli ya untuk melihat kepentingan strategis untuk ketahanan energi kita di masa mendatang," katanya.

Rosdiana juga mengatakan, di tengah krisis energi secara global ini, pemerintah harus berpikir secara strategis dan berorientasi jangka panjang untuk masa depan ketahanan energi di Indonesia.

"Maka salah satu strategi untuk bekerja sama dengan perusahaan asing yang sudah punya kemampuan teknologi market dan lain-lain di bidang itu adalah sesuatu yang bagus selain membidik penciptaan lapangan kerja di dalam negeri tentunya," ucap Rosdiana.


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir dalam keterangannya Kamis kemarin, memastikan kerja sama antara MIND ID dan perusahaan asal Inggris, Arrival Ltd, mampu menyerap lapangan kerja baru di Indonesia.

"BUMN lewat MIND ID menggandeng Arrival Ltd, produsen kendaraan listrik dari Inggris untuk membangun pabrik mikro baterai dan mengembangkan kendaraan listrik (EV) di Indonesia," kata Erick.

Ia menyebut BUMN terus mendorong hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai jual komoditas dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di dalam negeri. Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dengan adanya kolaborasi ini, Erick berharap bahwa Indonesia bisa menjadi produsen utama baterai untuk kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Kepada Arrival Ltd, Erick menjelaskan bahwa Indonesia memiliki 3 hal positif yakni pasar yang besar, sumber daya alam melimpah, serta ekonomi diklaim akan tumbuh 5% setiap tahun sampai 2045.

"Sebagai negara non-blok, memiliki sumber daya alam melimpah dan pasar yang besar, Indonesia memiliki nilai tambah untuk berkolaborasi," tuturnya.

Adapun Corporate Secretary MIND ID, Niko Chandra memaparkan, pada tahap awal pihaknya menunjuk PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) untuk melaksanakan studi kelayakan bersama dengan Arrival Ltd.

"Studi ini meliputi studi pasar dan kelayakan proyek untuk ekspansi bisnis EV di wilayah Asia Pasifik. Dari hasil kajian tersebut, akan dapat diperoleh estimasi nilai investasinya dan rencana kerja samanya, sebagai tahap berikutnya," tuturnya, Kamis (06/10).

Dia seperti dikutip cnbcindonesia, mengatakan saat ini Arrival sedang melakukan rencana pengembangan bisnis untuk pasar Indonesia.

Niko menyebut, sesuai rencana, salah satu produk Arrival, yakni bus listrik, akan ikut tampil dalam acara puncak Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali nanti.

"Arrival memproduksi dengan fasilitas Microfactory, yang memberikan keunggulan tersendiri," ungkapnya.