Yang ditakuti publik, kasus ini direkayasa, saya berharap kawan-kawan di kepolisian harus usut tuntas lantaran ini sudah menelan korban jiwa dan terbanyak kedua di dunia di bawah Peru

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai pernyataan Presiden Jokowi yang secara khusus menyoroti bentuk tangga sekaligus fakta pintu stadion yang sempat terkunci ketika insiden Tragedi Kanjuruhan akhir pekan lalu dinilai sangatlah tidak cerdas.

Menurutnya, Komunikasi Presiden Jokowi sangat buruk dalam mengungkap sebab tragedi Kanjuruhan yang memakan korban meninggal dunia hingga ratusan orang tersebut.

"Saya bingung dengan pernyataan Jokowi, seakan-akan letak kesalahan, sebab tragedi Kanjuruhan, ada pada pintu dan dinding alias beton. Komunikasi yang sangat buruk dan sangat tak cerdas," ujar Jerry seperti dikutip dari rmol,id. Jumat (7/10/22).

Jerry melihat publik mulai antipati dengan pemerintah dalam mengusut tuntas sebuah kasus. Termasuk kasus di Kanjuruhan. Sehingga, Doktor komunikasi politik jebolan American Global University ini mewanti-wanti pemerintah untuk menjaga tingkat kepercayaan masyarakat dalam hal penegakan hukum.

"Yang ditakuti publik, kasus ini direkayasa, saya berharap kawan-kawan di kepolisian harus usut tuntas lantaran ini sudah menelan korban jiwa dan terbanyak kedua di dunia di bawah Peru, karena jumlahnya 131 orang meninggal," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meninjau kondisi Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Rabu (05/10) sore. Dalam kesempatan itu, Jokowi sempat melihat langsung sejumlah lokasi di stadion, yang menjadi titik pusat dalam tragedi di sepak bola Indonesia ini.

Ketika melihat langsung tribune selatan dan jalan akses keluar-masuk dari lokasi itu, Jokowi berkomentar soal kondisi yang tak ideal di sana. Ia berkomentar soal curamnya tribune tersebut. Selain itu, ia juga berkomentar soal sempitnya jalan akses keluar masuk ke tribune.

"Sebagai gambaran, saya melihat masalahnya ada di pintu yang terkunci dan juga tangga yang terlalu tajam ditambah kepanikan yang ada," kata Jokowi.