karakteristik Erick Thohir yang terbuka membuat mantan presiden Inter Milan itu mudah diterima oleh berbagai kelompok masyarakat

Nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mulai diperhitungkan di dunia politik Indonesia. Erick disebut-sebut layak menjadi calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2024 karena dapat menjadi pemersatu pemilih Islam dari berbagai kelompok.

Menurut Deputi Direktur Eksekutif Populi Center, Rafif Pamenang Imawan, karakteristik Erick Thohir yang terbuka membuat mantan presiden Inter Milan itu mudah diterima oleh berbagai kelompok masyarakat.

Erick Thohir dinilai Rafif memiliki daya tarik untuk bisa menyatukan suara umat. "Erick Thohir bisa masuk membangun basis dukungan kepada kelompok-kelompok Islam tetapi dari sisi yang lebih praktis," kata Rafif di Jakarta, Selasa (01/11).

Menurut Rafif, tidak banyak kelompok atau organisasi Islam mau dirangkul kolaborasi membangun bangsa. Di antaranya organisasi Islam besar di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah.

"Kita sudah tahu misalnya, jarang kelompok Islam atau misalnya warga Nahdiyin atau Muhammadiyah yang sebenarnya terbebas dalam dunia BUMN atau bisnis," ucap Rafif.

Apalagi kini, lanjut dia, Erick Thohir kini menjadi figur yang mendapat perhatian besar dari masyarakat berkat kerja-kerja besar yang membawa program pro rakyat dalam memimpin Kementerian BUMN. Kondisi demikian, sambung Rafif, tentu dapat menjadi modal kuat bagi Erick Thohir untuk meraup simpati masyarakat.

Erick terus mengambil langkah strategis menyongsong kontestasi Pilpres 2024. Kondisi demikian akan memberikan kredit elektoral untuk meningkatan elektabilitas secara signifikan. Dengan begitu, semakin mudah bagi Erick Thohir dalam memantik perhatian publik.  

"Kalau kita membicarakan tokoh politik, maka dia (Erick Thohir) paling tidak harus memiliki kemampuan untuk  menggalang dukungan, membangun solidaritas sosial," kata Rafif.