Ia secara spesifik kapan dirinya akan mengumumkan nama cawapresnya.

Survei terbaru Lembaga Voxpol Center memyebut Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi calon wakil presiden (cawapres) potensial untuk mendampingi Anies Baswedan.

Namun ternyata Anies mengaku enggan buru-buru soal cawapres pendampingnya. Ia secara spesifik kapan dirinya akan mengumumkan nama cawapresnya.

Menurutnya, saat ini masih terlalu panjang untuk buru-buru menetapkan sosok cawapres. Anies di Jakarta, Jumat (18/11) mengatakan, masih ingin memastikan partai yang akan mendukungnya nanti, termasuk calon kompetitor yang akan ia hadapi.

"Kenapa, karena pada saat itulah kita sudah tahu siapa yang berada dalam koalisi. Kedua kita tahu siapa saja yang berpotensi menjadi kompetitor dari situ kemudian ketemu kombinasi pasangan yang tepat," kata Anies.

Anies berujar opsi cawapres hingga saat ini masih berjalan dinamis dan masih akan dibicarakan dengan NasDem, Demokrat, serta PKS selaku partai pengusung.

Dia menegaskan kriteria cawapres tetap berdasarkan pada tiga kriteria, yakni membantu pemenangan, solid, dan mendukung pemerintahan.

"Dan semua opsi itu terbuka tentu nanti akan dibahas juga bersama-sama, jadi saya rasa pada fase ini itu fase kita lihat semua opsi kemudian kriteria sederhana kok," katanya.

Sebelumnya, Lembaga Voxpol Center merilis hasil survei terbaru dimana Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi calon wakil presiden (cawapres) potensial untuk mendampingi Anies Baswedan.

"Dalam simulasi dua poros, pasangan Anies-AHY memperoleh elektabilitas sampai 50,7 persen," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Syarwi Pangi Chaniago dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, pasangan Anies-Aher diperkirakan meraih elektabilitas 46,3 persen. Kombinasi pasangan Anies-Khofifah diprediksi mendapat elektabilitas 42,9 persen.

Sedangkan pasangan Anies-Andika diramalkan memperoleh elektabilitas 46,9 persen.