Indonesia telah memiliki reputasi global sebagai Sovereign Global Sukuk Issuance. Dan tidak hanya Sovereign Global Sukuk Issuance, namun juga Sovereign Global Green Sukuk Issuance

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan keuangan syariah memiliki kekuatan inheren dalam memainkan peran penting di dalam pemberdayaan individu dan komunitas, mempromosikan budaya berwirausaha, berinvestasi di sektor riil dengan sektor keuangan yang mendukung secara berkeadilan.

“Upaya pemerintah mewujudkan asas manfaat bagi masyarakat dengan menjadikan keuangan Islam sebagai instrumen pembiayaan juga dilakukan oleh Kementerian Keuangan. Salah satunya dengan kita terus mengembangkan instrumen pembiayaan hijau atau green sukuk,” kata Menkeu dalam Pembukaan Ijtima’ Sanawi Dewan Pengawas Syariah (DPS) Majelis Ulama Indonesia (MUI) XVIII Tahun 2022 secara daring, Kamis (01/12).

Menkeu mengungkapkan Indonesia telah memiliki reputasi global sebagai Sovereign Global Sukuk Issuance. Dan tidak hanya Sovereign Global Sukuk Issuance, namun juga Sovereign Global Green Sukuk Issuance.

“Karena sesuai ajaran Islam, kita harus menjaga bumi ini, tidak boleh merusaknya. Maka instrumen Sovereign Global Green Sukuk atau Sukuk Hijau yang berdenominasi dolar telah kita terbitkan sejak tahun 2018 hingga 2022,” ujar Menkeu.

Total penerbitan Green Sukuk, kata Menkeu, telah mencapai USD5 miliar. Penerbitan Green Sukuk Ritel juga dilakukan sejak tahun 2019 hingga 2021 dengan total investasi mencapai Rp11,8 triliun.

“Komunitas ekonomi syariah tidak hanya mereka yang membutuhkan pembiayaan, namun mereka yang ingin berinvestasi dan ini diwadahi melalui instrumen-instrumen yang dikembangkan oleh Kementerian Keuangan. Sehingga, masyarakat Indonesia mampu menjadi investor yang baik, yang yakin terhadap tujuan pembiayaannya yaitu mewujudkan kesejahteraan serta keadilan sosial,” kata Menkeu.

Pemerintah juga menerbitkan Green Sukuk secara wholesale melalui lelang dan saat ini telah mencapai Rp6,6 triliun. Menkeu menyampaikan Green Sukuk Indonesia adalah Green Sukuk pertama dan terbesar di dunia dan saat ini telah mendapatkan 15 penghargaan internasional di berbagai lembaga internasional.

“Saya berharap pengalaman selama tahun 2018-2022 ini dengan penerbitan instrumen sukuk global dan bersifat green menjadi salah satu fenomena yang bisa memberikan pelajaran kepada komunitas Ijtima Sanawi. Saya meyakini bahwa ekonomi dan keuangan syariah akan mampu terus tumbuh, meskipun dihadapkan kepada tantangan-tantangan global,” ujar Menkeu.

Menkeu berharap para ulama di DPS MUI yang merupakan mitra bagi pemerintah akan mampu melahirkan dan terus mendorong upaya-upaya yang sudah dan sedang dan terus dilakukan bagi perbaikan kesejahteraan umat maupun kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

“Bagaimana kita meningkatkan dan membangun ekonomi Indonesia sehingga menjadi fondasi yang konsisten untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia berbasiskan pada produktivitas, kompetensi, dan efisiensi. Saya mengajak kepada hadirin untuk bersama-sama berkontribusi mempercepat dan memperkuat pemulihan Indonesia, menuju cita-cita kita menjadi negara yang maju dan bermartabat,” kata Menkeu.