dengan adanya pengembangan pariwisata, industri kreatif dan UMKM akan memunculkan pasar baru bagi sektor wisata serta produk lokal.

Provinsi Lampung bisa didapuk sebagai salah satu pusat pariwisata nasional pada 2023. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, hal itu tak terlepas dengan terbangunnya Bakauheni Harbour City (BHC).

"Sejak awal ketika melihat potensi tumbuhnya perekonomian Lampung karena adanya Jalan Tol Trans Sumatera, yang menghubungkan Sumatera Selatan dengan Lampung dengan jumlah yang melintas mencapai 20 juta orang, menjadi pemicu adanya pengembangan pariwisata di sini," papar Erick Thohir.

Bersama Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan dan Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo, Erick meninjau kawasan BHC pada Kamis.

Dalam kesempatan itu, Erick mengatakan pengembangan pariwisata tersebut dilakukan dengan adanya pembangunan BHC sebagai salah satu pusat pariwisata di Lampung.

"Saat 20 juta orang itu melintas akan coba diberhentikan sedikit di Bakauheni, sekitar 300-500 ribu orang saja untuk berwisata. Dan pada Mei atau Juni tahun depan Lampung ini akan menjadi salah satu pusat tujuan pariwisata nasional dengan adanya Bakauheni Harbour City," katanya.

Dia menjelaskan, di lokasi tersebut segera dibangun dua fasilitas utama yang nantinya akan menjadi tempat pariwisata dan berkembangnya UMKM lokal.

"Nanti disana akan dibuat juga Krakatau Park, jadi Lampung punya taman bermain seperti di Jawa Timur dan pertama ini di Sumatera, sehingga mendatangkan 200-300 ribu orang mudah tercapai. Dan dapat diartikan dengan menjadi pusat pariwisata nasional akan muncul pengembangan industri kreatif serta UMKM di Lampung," tambahnya.

Ia melanjutkan, dengan adanya pengembangan pariwisata, industri kreatif dan UMKM akan memunculkan pasar baru bagi sektor wisata serta produk lokal.

"Jadi dengan munculnya pasar baru ini perekonomian daerah akan semakin baik. Serta jangan pernah kita menomor duakan pariwisata ataupun wisatawan lokal sebab melalui sektor ini kita menjadi lebih mudah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan UMKM lokal," ucap dia lagi.

Bakauheni Harbour City merupakan salah satu destinasi wisata terpadu pertama di Sumatera, dengan luas area seluas 160 hektare. Serta telah mentargetkan investasi sebesar Rp316 miliar.

Lalu ditargetkan pula akan mendatangkan wisatawan sebanyak 500.000 orang per tahun dan proyeksi pendapatan dari tiket Krakatau Park sebanyak Rp75 miliar per tahun, menjadikan proyek strategis nasional ini sebagai salah satu penggerak roda perekonomian dan UMKM daerah.

Dalam pembangunan pariwisata terpadu Bakauheni Harbour City yang menelan biaya investasi senilai Rp triliun tersebut akan terbangun Creative Hub sebagai wadah bagi industri kreatif lokal, Menara Siger yang diproyeksikan sebagai museum, Masjid Raya, dan Krakatau Park sebagai wahana wisata bagi wisatawan.