Menurutnya, kini gantian PKS yang mengajak Gerindra untuk mendukung pilihan capres PKS jika Koalisi Perubahan, yang santer akan mengusung Anies Baswedan, dideklarasikan secara resmi

Mencuat wacana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan kembali berkoalisi dengan Partai Gerindra seperti pada Pilpres 2019. PKS mengatakan, sudah dua kali pilpres mereka mendukung Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto sebagai capres dan kini saatnya gantian.

"PKS politiknya inklusif, terbuka peluang komunikasi dengan semua pihak, termasuk dengan Gerindra," kata Jubir PKS, M Kholid mengawali tanggapannya, Senin (05/12/2022).

Dikatakan Kholid, pihaknya tengah serius menjalin komunikasi dengan parpol calon mitra Koalisi Perubahan, Partai NasDem dan Demokrat. Koalisi ini, kata Kholid, terbuka dengan parpol lain yang hendak bergabung termasuk Gerindra.

"Hingga saat ini, PKS serius menjalin komunikasi politik dengan NasDem dan Demokrat. Kami berencana membangun Koalisi Perubahan. Tentu, Koalisi perubahan juga inklusif, membuka peluang bergabungnya partai-partai lain, termasuk Gerindra," ujar Kholid.

Meski peluang untuk kembali dalam satu koalisi tetap terbuka, Kholid menyebut kali ini akan berbeda dengan pilpres sebelumnya.

"Peluang koalisi PKS dengan Gerindra tetap terbuka. Namun posisi saat ini tentu berbeda dengan 2014 dan 2019," ujar dia.

Kholid mengungkit, PKS sudah mendukung Prabowo Subianto saat 'nyapres' di Pilpres 2014 dan Pilpres 2019. Menurutnya, kini gantian PKS yang mengajak Gerindra untuk mendukung pilihan capres PKS jika Koalisi Perubahan, yang santer akan mengusung Anies Baswedan, dideklarasikan secara resmi.

"Kalau 2014 dan 2019 kami kan sudah pernah mendukung Pak Prabowo Subianto yang merupakan ketua umum Gerindra, nah untuk 2024 saatnya bergantian. Giliran Gerindra yang kami ajak untuk ikut pilihan dari PKS nanti jika nanti Koalisi Perubahan jadi dideklarasikan," katanya.