Dalam pandangan Jamiluddin, mundurnya para kader PSI tampaknya juga karena melihat kecilnya peluang partai tersebut.masuk Senayan. Apalagi, elektabilitas PSI masih tetap rendah, sehingga peluang ke Senayan sangat kecil

Belakangan makin banyak kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengundurkan diri. Terakhir Ketua DPW PSI DKI Jakarta, Michael Sianipar yang mundur. Alasan Michael mundur,  karena merasa partainya sudah tidak seperti saat didirikan.

Menanggapi fenomena tersebut, Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, mengatakan, mundurnya para kader PSI itu seharusnya menjadi bahan introspeksi bagi petingginya, terutama ketua umumnya.

Analisa Jamiluddin, mundurnya para kader tersebut, seperti diakui Michael Sianipar, karena PSI sudah banyak berubah, termasuk melenceng dari visi misinya.

"Kalau sudah melenceng dari visi misinya, tentu menjadi tanggung Jawa Ketua umumnya," demikian kata Jamiluddin, Selasa (06/12/2022).

Pendapat Jamiluddin, seorang ketua umum partai haruslah mengawasi semua kadernya agar tetap bersikap dan berperilaku sesuai visi dan misinya. Jika, Ketua umumnya membiarkan hal itu, maka yang bersangkutan sudah lalai dari tanggungjawab.

"Ketua Umum seperti itu sudah layak diganti karena tidak mampu membawa partai sesuai visi misinya," jelas mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta.

Dalam pandangan Jamiluddin, mundurnya para kader PSI tampaknya juga karena melihat kecilnya peluang partai tersebut.masuk Senayan. Apalagi, elektabilitas PSI masih tetap rendah, sehingga peluang ke Senayan sangat kecil.

"Kader yang dapat membaca hal itu, tentu melihat masa depan di PSI suram. Hal itu tentunya akan berdampak pada kader yang memang ingin lebih maju lagi," pungkas Jamiluddin.