SDM aparatur bidang industri diharapkan dapat menjadi digital talent dan digital leader yang nantinya siap mendukung transformasi birokrasi digital di era revolusi industri 4.0

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) aparatur yang memiliki kompetensi sesuai bidang tugasnya. Hal ini merupakan salah satu langkah untuk memberikan dukungan bagi pertumbuhan dan peningkatan daya saing sektor industri.

Salah satu langkah yang dilaksanakan Kemenperin adalah melalui kerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) dalam melaksanakan Pelatihan Dasar (Latsar) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“CPNS tersebut merupakan para peserta yang lolos melalui serangkaian tes ujian masuk CPNS yang diselenggarakan secara serentak dan transparan pada tahun 2021 lalu. Pelatihan dasar ini merupakan salah satu syarat wajib agar CPNS dapat resmi diangkat menjadi PNS,” kata Kepala BPSDMI Arus Gunawan di Jakarta, Rabu (7/12).

Arus mengemukakan, untuk menyiapkan SDM aparatur yang kompeten dan professional sesuai dengan kebutuhan organisasi dan industri, diperlukan pelaksanaan pengembangan kompetensi para aparatur. Latsar CPNS dilaksanakan pada April-Desember 2022 di Kantor Badan Pengembagan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) dan Balai Diklat Industri. Pelatihan ini diikuti sebanyak 804 CPNS Kemenperin yang dibagi dalam lima gelombang dengan meliputi 20 angkatan.

Para CPNS dipersiapkan untuk melanjutkan perjuangan dalam memajukan industri nasional serta dapat memberikan kontribusi yang maksimal kepada unit kerja masing-masing dengan memanfaatkan wawasan dan pengetahuan yang telah diperoleh dari pelatihan ini.

“Latsar CPNS tahun 2022 dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala LAN No. 13 tahun 2022 tentang Pedoman Penyelenggaraan Latsar CPNS dan Keputusan Kepala LAN No. 14 tahun 2022 tentang Kurikulum Latsar CPNS,” Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Aparatur jelas Dadi Marhadi.

Dalam keputusan Kepala LAN tersebut, digunakan metode blended learning, yaitu metode pembelajaran yang menggabungkan atau mengkombinasikan antara pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan pembelajaran tatap muka (PTM). Metode ini terdiri atas empat tahapan yaitu Massive Open Online Course selama 16 hari, Distance Learning selama 22 hari, Habituasi paling singkat selama 30 hari kerja, dan Klasikal selama enam hari.

“Pelatihan Dasar tahun 2022 ini terdiri dari empat agenda, yaitu Kesiapsiagaan Bela negara, Nilai Dasar ASN BerAKHLAK, Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI, serta Habituasi. Di akhir pelatihan, setiap peserta mempresentasikan laporan aktualisasi yang mereka susun,” tutur Dadi.

Untuk mengakomodasi program peningkatan kompetensi SDM aparatur bidang industri, BPSDMI Kemenperin juga tengah membangun Corporate University (CorpU) yang akan menjadi wadah bagi seluruh SDM aparatur bidang industri untuk belajar dan saling berbagi pengetahuan secara berkesinambungan serta terkoneksi dalam sebuah ekosistem pengetahuan untuk meningkatkan produktivitas industri nasional.

SDM aparatur bidang industri diharapkan dapat menjadi digital talent dan digital leader yang nantinya siap mendukung transformasi birokrasi digital di era revolusi industri 4.0.