Rusia memang telah menargetkan infrastruktur energi Ukraina sejak serangan terbaru digencarkan Oktober. Ini membawa penderitaan ke warga Ukraina

Presiden Rusia, Vladimir Putin bersumpah akan terus menggempur tetangganya itu, terutama jaringan energi. Hal ini ditegaskannya Kamis (08/12/2022), meski protes terhadap serangan sistematis itu muncul karena menjerumuskan jutaan warga sipil ke dalam dingin dan gelap saat musim dingin di Eropa tiba. Putin menyalahkan Ukraina karena menyerang balik. 

"Ada banyak keributan tentang serangan kami terhadap infrastruktur energi negara tetangga. Ini tidak akan mengganggu misi tempur kami," kata Putin pada upacara penghargaan militer di Kremlin, dikutip dari AFP Jumat (09/12/2022).

Rusia memang telah menargetkan infrastruktur energi Ukraina sejak serangan terbaru digencarkan Oktober. Ini membawa penderitaan ke warga Ukraina, tak hanya karena terputusnya aliran listrik, tapi juga air, pemanas, dan gas rumah tangga.

Putin menyebut serangan menggila itu terjadi sebagai tanggapan atas ledakan pada bulan Oktober di jembatan Kerch. Ia juga menuduh Kyiv meledakkan kabel listrik dari pembangkit listrik tenaga nuklir Kursk dan tidak memasok air ke Donetsk di timur Ukraina.

"Ya, kami melakukan itu. Tapi siapa yang memulainya?" kata Putin.

Janji Putin untuk terus menyerang jaringan datang ketika Kremlin mengakui bahwa semenanjung Krimea rentan terhadap serangan Ukraina. Pejabat Moskow sempat mengatakan mereka telah menembak jatuh pesawat tak berawak di dekat pangkalan angkatan laut utama.

"Pasti ada risiko karena pihak Ukraina melanjutkan kebijakan mengorganisir serangan teroris," kata juru bicara Putin, Dmitry Peskov, kepada wartawan.

"Tapi, di sisi lain, informasi yang kami dapatkan menunjukkan bahwa tindakan pencegahan yang efektif sedang dilakukan," tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur Krimea yang ditunjuk Kremlin, Sergei Aksyonov, mengatakan Rusia memperkuat benteng di semenanjung setelah serangan. Sementara gubernur dari dua wilayah Rusia yang berbatasan dengan Ukraina mengatakan mereka memeriksa pembangunan garis pertahanan beberapa hari setelah drone Ukraina menyerang lapangan terbang militer utama.

"Seperti biasa, militer kami menjalankan tugasnya dengan baik," kata gubernur wilayah administrasi Sevastopol, Mikhail Razvozhayev.

Perlu diketahui, Krimea dianeksasi oleh Rusia pada 2014 dari Ukraina setelah referendum yang diklaim sebagai kemenangan Kremlin. Pada September, pemerintah Putin juga mencaplok empat wilayah lagi di Ukraina, dengan cara referendum yang sama.

Sementara itu, operator energi Ukraina, Ukrenergo, mengatakan bahwa pihaknya masih belum pulih dari serangan terbaru yang datang minggu ini. Bahkan menderita "defisit yang signifikan".

"Situasinya diperumit oleh kondisi cuaca," tambahnya, dengan mengatakan bahwa salju, embun beku, dan angin menekan infrastruktur.

Sementara itu, dalam sebuah upacara di Roma kemarin, Paus Fransiskus sempat meneteskan air mata saat dia berdoa untuk rakyat Ukraina. Dia harus berhenti sejenak,karena emosi, sebelum dia bisa menyelesaikan doanya.

Kerumunan di sekelilingnya bertepuk tangan setelahnya. Vatikan sendiri telah dikecam Rusia karena komentarnya soal serangan ke Ukraina.