Forbes memiliki penilaian tersendiri dalam menentukan ranking 100 wanita berpengaruh di dunia. Daftar itu mewakili perempuan dalam enam kategori yaitu bisnis, teknologi, keuangan, media dan hiburan, politik dan kebijakan, serta filantropi

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati kembali masuk jajaran wanita paling berpengaruh di dunia pada tahun 2022 ini. Hal tersebut dirilis oleh Forbes lewat laporannya terbarunya bertajuk 'The World's 100 Most Powerful Women'.

Sri Mulyani menempati peringkat ke-47 dari 100 perempuan yang dinilai berpengaruh di dunia. Peringkat Sri Mulyani sebagai wanita berpengaruh di dunia ini naik, dari tahun sebelumnya yang berada pada peringkat ke-66.

Forbes memiliki penilaian tersendiri dalam menentukan ranking 100 wanita berpengaruh di dunia. Daftar itu mewakili perempuan dalam enam kategori yaitu bisnis, teknologi, keuangan, media dan hiburan, politik dan kebijakan, serta filantropi.

Wanita yang terpilih adalah pemimpin tertinggi perusahaan - CEO, kepala negara, dan perempuan yang memiliki kekayaan hingga US$ 115 miliar.

Para wanita berpengaruh yang masuk dalam tersebut, dinilai Forbes mampu menghasilkan pengaruh di sektornya masing-masing, mulai dari pemerintahan, korporat, hingga dunia kreatif. Mereka dinilai memiliki pandangan yang modern dan visioner.

Pada tahun ini, Forbes juga menilai bahwa posisi perempuan memiliki andil besar dalam perekonomian dunia, di tengah kondisi yang dibayangi lonjakan inflasi dan ancaman resesi global.

Bukan hanya Sri Mulyani, Forbes juga menyoroti pemimpin perempuan di lembaga keuangan internasional. Mereka diantaranya Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva Kristalina yang menempati ranking ke-12, serta Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Janet Yellen yang menempati ranking ke-33.

"Perempuan hebat saat ini berada di posisi tertinggi di setiap industri dan perannya sangat berpengaruh," jelas Wakil Presiden Eksekutif Forbes, Moira Forbes.

"Dalam satu tahun menghadapi ketidakpastian dan ketidakstabilan, kekuatan perempuan sangat berperan bagi ekonomi dan politik dalam mengubah industri dan menyelesaikan masalah yang mendesak di masyarakat," kata Moira lagi.

Sebagai gambaran, kiprah Sri Mulyani dikenal dunia karena kepiawaiannya dalam melakukan reformasi pembangunan keuangan di Indonesia sejak menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional pada 2004-2005.

Kemudian pada 2008-2009 dirinya menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI. Hingga akhirnya terpilih sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia dalam kurun waktu 2010-2015. Saat menjabat di Bank Dunia, Sri Mulyani menggunakan platformnya untuk mempromosikan kesetaraan gender.

Namun, kemudian Sri Mulyani kembali mengabdi kepada negara sebagai Menteri Keuangan sejak 2015 hingga 2022. Sri Mulyani juga tercatat pernah menerima penghargaan bergengsi sebagai Menteri Terbaik di World Government Summit atas usahanya melaksanakan reformasi.