Tekanan jual terhadap saham BDMN mungkin masih tersimpan akibat sentimen kenaikan peringkat utang.

Berbeda dengan kinerja sejumlah saham unggulan yang mampu memanfaatkan momentum sentimen kenaikan peringkat utang oleh lembaga S&P, gerak harga saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk., terlihat cenderung tak beranjak dalam beberapa hari sesi perdagangan terakhir.  Saham yang diperdagangkan dengan kode BDMN tersebut terlihat masih anteng di kisaran Rp4.600-an per lembar dan sekedar terhindar dari tekanan jual lanjutan yang lebih parah.

Sentimen internal sebelumnya yang membuat saham BDMN terlempar dari daftar MSCI, nampaknya menjadi luka lama yang masih sulit untuk segera disembuhkan. Investior masih melihat saham milik investor asal Jepang ini  belum waktunya beranjak dari kesuraman tragis yang panjang.  Bahkan pada sesi perdagangan penutupan jelang libur lebaran lalu, harga saham BDMN masih terkoreksi tajam 1,49% untuk menetap di kisaran Rp4.630 per lembarnya.  Sementara pada saat yang berasamaan, gerak IHSG justru secara fantastis telah melonjak tinggi bersama sejumlah  besar saham unggulan lainnya.

Secara sekilas, bisa disimpulkan, sentimen dari kenaikan peringkat utang sekedar mencegah saham BDMN dari penurunan tragis lebih lanjut dalam beberapa pekan sesi perdagangan terakhir. Dan oleh karenanya, Badai  koreksi saham BDMN mungkin belum berlalu.  Grafik harian terkini berikut akan memberikan  gambaran ringkas serangkaian situasi teknikal saham BDMN:     

Sekalipun gerak balik kenaikan harga saham BDMN belum terjadi hingga sesi perdagangan terakhir, gerak harga yang tertqahan dari penurunan lebih lanjut telah membuat indikator garis MA-Signal mulai berhimpitan dengan titik P-Sar. Kompresi  atau berhimpitannya  dua indikator tersebut secara teknikal menandakan tekanan jual yang mulai terbatas.  Kompresi juga terlihat jelas pada jarak yang terentang antara garis MA-Signal dengan batas teknikal psikologisnya.

Namun sayangnya, serangkaian kompresi yang terjadi masih belum memunculkan petunjuk mulai tumbuhnya tekanan beli. Konsekuensinya, masih sulit untuk berharap gerak harga saham BDMN berbalik naik tajam dengan segera. Bahkan lebih buruk, masih mungkin bagi saham BDMN untuk kembali melanjutkan gerak turun.

Sentimen dari penaikan peringkat utang, dengan demikian masih sangat mungkin menjadi sekedar openghalang bagi saham BDMN untuk menurun lebih suram.  Oleh karenanya, bagi investor yang hendak melakukan aksi akumulasi terhadap saham BDMN, akan lebih baik menunggu terlebih dulu kejelasan arah di beberapa hari sesi ke depan. Sekedar memberikan patokan sementara, saham BDMN akan membentuk tren penguatan bila mampu bergerak konsisten di atas Rp5.125 dalam 7 hari sesi perdagangan.  Bila hal itu terjadi, maka aksi akumulasi akan aman dilakukan.

Kisaran harga penutupan yang masih bergulat di Rp4.630, terlihat masih cukup jauh terentang dengan kisaran Rp5.125 tersebut. Oleh karenanya, sangat mungkin saham BDMN masih terlalu jauh untuk segera mengakhiri Badai koreksi yang muram kali ini. Saham BDMN, dengan demikian barangkali seperti dalam Badai yang belum pasti berlalu.