Amerika Serikat dan Meksiko disebutkan telah berhasil mencapai kesepakatan untuk menghindari perang tarif.

Langkah dan kebijakan keras Presiden AS Donald Trump  kembali menunjukkan tajinya, kali ini terhadap negeri tetangganya, Meksiko. Sebagaimana dimuat dalam sejumlah ulasan sebelumnya, Trump yang secara mengejutkan berniat mengenakan tarif masuk atas produk asal Meksiko bila negeri itu tak mampu mengurangi secara substansial arus imigrasi di perbatasannya dengan AS.

Langkah keras Trump tersebut terlihat langsung direspon oleh  pemerintah Meksiko, dan langsung menggelar perundingan dalam waktu singkat untuk mengatasinya. Laporan terkini yang beredar menyebutkan, Presiden Trump yang akhirnya menangguhkan rencana atau ancaman pengenaan tarif masuk tersebut menyusul kesediaan Meksiko untuk mengerahkan pasukan diperbatasannya untuk mencegah arus migrasi sebagaimana dituntut Trump. Untuk dicatat, ancaman Trump yang sebelumnya dinyatakan efektif mulai berlaku pada 10 Juni pekan depan dalam mengenakan tarif masuk atas produk asal Meksiko.

Kontan kabar ini langsung disambut positif pada Sabtu pagi ini (8/6) waktu Indonesia barat. Kesepakatan yang relatif cepat dicapai ini, terlihat kontras dengan apa yangterjadi pada tensi dagang AS-China, di mana dalam beberapa pekan terakhir telah memanas tak tertahankan. Bila pemerintahan China terlihat masih berkukuh untuk menaikkan posisi tawar, jalan berbeda terlihat dilakukan Meksiko dengan langsung mengakomodir tuntutan Washington.

Serangkaian laporan terkini yang tersedia masih belum memberikan rincian kesepakatan AS-Meksiko, namun perkembangan positif terlihat cukup meyakinkan. Bahkan dalam sesi perdagangan saham di bursa Wall Street, serangkaian isu terkait telah turut membantu  melonjakkan indeks Wall Street di sesi akhir pekan ini yang berakhir beberapa jam lalu.

Untuk kali ini, lagi-lagi kebijakan Trump  sangat efektif dalam memenuhi kepentingan AS. Namun terhadap China, seiring dengan  mengguritanya perekonomian China, kebijakan dan langkah keras Trump terlihat masih membutuhkan waktu dan stamina yang ekstra. Langkah keras Trump yang kemudian menarget Huawei, sebuah perusahaan raksasa telekomunikasi asal China, adalah bagian dari langkah ekstra yang membutuhkan stamina guna memberikan tekanan lanjutan pada Beijing. Namun hingga kini sikap pemerintah China terlihat masih kukuh dalam menghadapi perang dagang dengan AS.   Menundukkan China barangkali masih akan sangat panjang dan mungkin sesulit menaklukkan kokohnya tembok China.