Pernyataan Presiden Xi kali ini disampaikan di tengah kunjungannya ke Rusia.

Upaya untuk meredakan tensi dagang AS-China yang masih memanas mungkin menjadi langkah penting bagi para pemimpin AS maupun China. Namun pernyataan terkini dari Presiden China yang sedang menggelar kunjungan kenegaraan ke Rusia nampaknya agak berlebihan.

Sejumlah laporan menyebutkan, Presiden China Xi Jinping  yang dalam sebuah kesempatan berbicara di Rusia menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai sahabatnya.  Pernyataan Xi ini tentu agak berbau sindiran di tengah begitu hangatnya hubungan persahabatan yang dijalin dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam kesempatan yang sama Xi juga menilai, bahwa dirinya telah  bertemu dengan Putin hampir 30 kali dalam 6 tahun terakhir. Xi juga menyatakan bahwa Rusia merupakan negara yang paling sering dikunjunginya dan Putin merupakan sahabat terbaiknya. Namun dalam kesempatan yang sama Xi juga menekankan bahwa hubungan AS-China sebagai  masih sangat kuat di tengah tensi dagang yang masih memanas.

“Adalah sulit membayangkan keruntuhan total hubungan AS-China, dan kami tidak pernah tertarik atau menginginkannya. Dan saya meyakini pihak AS juga tidak pernah tertarik untuk membayangkan hubungan AS-China runtuh total. Presiden AS Donald Trump adalah sahabat saya, dan oleh karenanya saya meyakini dia pun tak pernah tertarik untuk meruntuhkan hubungan AS-China.” Demikian pernyataan langsung Presiden Xi yang diterjemahkan oleh sejumlah kantor berita.

Dalam kesempatan yang sama Presiden Xi juga menyebutkan bahwa China akan kukuh dengan langkah globalisasi ekonomi. Xi juga menekankan bahwa globalisasi ekonomi dunia sebagai tidak akan terganggu oleh sekedar tensi dagang sebagaimana terjadi akhir-akhir ini.

Kunjungan Xi ke Rusia, di mana hubungan Rusia  dengan AS dan Eropa barat sedang mendingin dinilai banyak pihak sebagai pembentukan aliansi yang lebih erat, di mana Rusia dan China dalam berbagai masalah internasional memiliki pandangan yang sama.  Sementara Presiden Vladimir Putin memerlukan jaringan dan hubungan internasional yang luas guna memecah isolasi yang dilakukan Washington dan Eropa, China di sisi lainnya sedang frustasi menghadapi AS dalam perang dagang yang masih berkecamuk.

Meski demikian, pernyataan Xi terkait dengan AS dan Trump terlihat masih menampakkan upaya meredakan tensi dagang yang telah terlanjur memanas   setelah Trump mengenakan tarif masuk atas produk asal China dan kemudian memblokir Huawei.