Saham Apple berpeluang untuk berbalik membentuk tren penguatan jangka menengah, namun sentimen yang membayangi masih rentan.

Sesi perdagangan saham sepanjang pekan ini akhirnya secara mengejutkan ditutup dengan gerak balikm kenaikan sejumlah saham teknologi yang sebelumnya berada dalam tekanan jual muram berkepanjangan akibat langkah keras Presiden AS Donald Trump dalam menghadapi China.  Seperti dilaporkan sebelumnya perang dagang AS-China yang disulut oleh Trump sejak awal Mei lalu telah membuat sejumlah saham teknologi di bursa Wall Street  yang selama ini terkait dengan sangat erat dengan pasar China berguguran tak tertahankan.

Salah satu saham teknologi yang dimaksud tentu saja adalah Apple Inc., yang membuat produk smartphone terkemuka dunia dengan merek iPhone. Namun dalam aesi perdagangan sepanjang pekan ini, gerak harga saham Apple terlihat mampu membukukan gerak balik naik secara konsisten dan tajam. Catatan menunjukkan, harga saham Appkle yang dalam sepekan terakhir telah melompat 8,6% untuk ditutup di kisaran $190,15 per lembarnya pada sesi akhir pekan, Jumat (7/6).

Akibat dari gerak naik konsisten dan signifikan di sepanjang pekan ini, sejumlah konsekuensi teknikal mulai terlihat. Grafik harian terkini berikut menunjukkan situasi teknikal terkini dan sekaligus peluang atau prospek harga saham Apple beberapa hari sesi ke depan:

Tren jual jangka menengah masih belum berakhir dengan masih setianya indikator garis MA-Signal jauh di bawah  batas teknikal psikologisnya. Namun akibat gerak naik yang cukup tajam, posisi harga terkini saham Apple telah berada di atas batas teknikal psikologisnya yang kali ini di kisaran $186,33.

Apabila dalam sepanjang sesi perdagangan pekan depan saham Apple mampu bergerak konsisten di atas kisaran $186,33, maka dengan sendirinya indikator garis MA-Signal akan terangkat tinggi untuk sekaligus menembus batas teknikal psikologis tersebut. Tren penguatan dengan demikian akan terbentuk, dan prospek saham Apple untuk melakukan gerak naik lanjutan sangat besar peluangnya.

Namun sayangnya pijakan sentimen yang dimanfaatkan untuk melakukan gerak bali kenaikan di sepanjang pekan ini terlihat masih terlalu lemah. Laporan sebelumnya menunjukkan  tekanan beli investor yang dilatari oleh ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed, dan sentimen ini masih terlalu rentan  untuk segera runtuh akibat tensi dagang yang masih memanas dengan China.  Namun gerak naik sepanjang pekan ini, nampaknya menjadi upaya investor Apple untuk sejenak melupakan sentimen muram tensi dagang yang disulut oleh Trump.   

Oleh karenanya, sesi perdagangan sepanjang pekan depan akan menjadi penentuan penting bagi saham Apple untuk mampu membentuk tren penguatan ataukah sekedar gangguan bagi tren jual yang hingga kini masih berlaku. Investor mesti mencermati dengan seksama titik kritis di kisaran $186,33 untuk saat ini.

Happy Trading.