Desa Srimulyo bisa muncul sebagai model desa yang cukup maju dan handal baik di kancah nasional maupun internasional

Tata Kelola Pemerintahan menjadi salah satu perhatian tim dalam mengklarifikasi kesesuaian data yang disajikan. Di dalamnya diamati pola-pola Pemerintahan yang ada di desa Srimulyo yang nantinya bisa memungkinkan untuk dijadikan model  di tingkat nasional. Menurut Okta, penguatan yang terintergrasi di desa ini sangat menarik untuk dicermati. Penggerak kelompok-kelompok masyarakat selalu bersemangat  dengan memberikan ispirasinya yang luar biasa, tandasnya.

Di tahun 2020 Srimulyo diharapkan bisa masuk dalam pertemuan nasional untuk digali kelebihannya. Memang desa ini cukup membanggakan karena diharapkan bisa menjadikan model pembelajaran bukan saja desa untuk Indonesia, namun desa untuk dunia.

Klarifikasi Lapangan Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Regional II Jawa – Bali telah selesai dilaksanakan di Desa Srimulyo, Piyungan, Kabupaten Bantul, Selasa (23/07). Ketua Tim Drs. Oktafianus JR, Msi yang juga  merupakan Kepala Bagian Perencanaan Ditjen Bina Pemdes Kemendagri memberikan respon yang melegakan dengan melihat keramah tamahan masyarakat desa disertai dengan penerimaan Tim dengan kemampuan yang dipunyai.  Dengannya Tim menjadi larut karena kebersamaannya. Inii dibuktikan dengan hadirnya mereka dari berbagai kalangan dan usia datang untuk ikut menerima tim.

Sementara itu Asisten Pemerintahan Kabupaten Bantul, Dra. Sri Ediastuti, MSc. Mewakili Bupati dalam pelepasan usai klarifikasi menyampaikan bahwa, desa Srimulyo  dalam pemberdayaan masyarakatnya memag tidak diragukan lagi dalam berkegiatan. Ini terbukti bahwa di 22 dusun yang ada ditegaskan harus bisa menghasilakn one dusun one product.

Widiastuti berharap mudah-mudahan dengan dukungan SDM yang baik,  desa Srimulyo bisa muncul sebagai model desa yang cukup maju dan handal baik di kancah nasional maupun internasional.

Sebelum akhir klarifikasi Tim Perlombaan Desa dan Kelurahan Regional II berkesempatan melihat administrasi desa, Lembaga Desa, Pedukuhan, pelayanan Desa Prima maupun Desa Digital. Setelah itu diajak juga berkeliling di wilayah desa untuk melihat langsung kegiatan padukuhan, pelestarian adat budaya, Kampung KB, berbagai observasi kegiatan.