Gojek, dalam pernyataan tersebut menyatakan sebagai perusahaan rintisan Indonesia, dengan head office di Indonesia

Singapura mengklaim sejumlah perusahaan rintisan alias startup yang sudah menyandang status unicorn sebagai milik mereka. Salah satu yang diklaim adalah Gojek.

Klaim ini didasarkan pada riset Google dan Temasek. Dalam riset itu disebutkan selain Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka juga sebagai milik mereka.

Menanggapi klaim tersebut, Gojek buka suara. Gojek menegaskan, perusahaan karya anak bangsa dan tidak punya induk perusahaan di Singapura.

"Gojek adalah perusahaan yang terdaftar di Indonesia dengan nama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa," demikian pernyataan tertulisnya.

Pihak Gojek menjelaskan, seluruh penanaman modal dan investasi ditanamkan dan dibukukan penuh di perusahaan Indonesia tersebut.

"Kami tidak memiliki perusahaan Singapore sebagai induk perusahaan. Kami selalu melaporkan penanaman modal tersebut sesuai amanat yang diberikan oleh BKPM," tegas unicorn tersebut.

Gojek, dalam pernyataan tersebut menyatakan sebagai perusahaan rintisan Indonesia, dengan head office di Indonesia dan 90% dari pegawainya adalah orang asli Indonesia.

Investasi mereka senantiasa disalurkan untuk pengembangan usaha dan ekosistem di Indonesia.

"Sehingga kami bisa terus melayani ratusan juta konsumen serta memberikan akses pendapatan kepada lebih dari 2 juta mitra driver, 400 ribu merchants dan puluhan ribu mitra penyedia layanan GoLife di Indonesia," tambahnya.