Apabila permasalahan sampah ini tidak teratasi dengan baik maka akan mengakibatkan wisatawan yang datang ke Raja Ampat semakin menurun

Balai KKPN Kupang Satker Raja Ampat menghadiri Rapat Penanganan Sampah di Kabupaten Raja Ampat. Rapat dipimpin langsung oleh Sekda Raja Ampat, Bapak Yusuf Salim, dengan agenda pembentukan Tim Pokja Sampah. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Dinas Perikanan, Dandim Raja Ampat, Polres Raja Ampat, BKKPN Kupang Wilker Raja Ampat, KSDA Raja Ampat, BLUD UPTD KKP Propinsi Papua Barat, UPTD Parawisata Raja Ampat, Conservation Internasional Indonesia (CII), The Nature Conservancy (TNC), PADRA dan Asosiasi Homestay Raja Ampat.

Sekda Raja Ampat membuka dan memberi sambutan singkat, dengan menegaskan agar sampah di Kabupaten Raja Ampat dapat ditangani, teratasi dan dikelola dengan baik oleh tim POKJA sampah yang akan di bentuk. Kabupaten Raja Ampat merupakan kabupaten bahari dan keindahan alamlah yang telah membuat Kabupaten Raja Ampat maju dan terkenal di mata dunia Internasional. Apabila permasalahan sampah ini tidak teratasi dengan baik maka akan mengakibatkan wisatawan yang datang ke Raja Ampat semakin menurun. Dengan dibentuknya tim pokja sampah, Sekda Raja Ampat berharap permasalahan sampah dapat diatasi dan dapat dikelola dengan baik.

Kadis Lingkungan hidup, Ir. Wahab Sangadji, menjelaskan tentang hasil penilaian oleh tim Adipura tentang penanganan sampah. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, Kabupaten Raja Ampat termasuk 10 besar kota/kabupaten di Indonesia yang belum teratasi masalah sampah dan pengelolaannya dengan baik. Maka dengan pembentukan tim pokja sampah ini diharapkan dapat mengatasi masalah sampah di kota waisai maupun di pulau – pulau Kabupaten Raja Ampat. Beliau menghimbau agar di semua instansi dari pemerintah ataupun non pemerintah tidak lagi menggunakan botol air kemasan sehingga dapat mengurangi sampah plastik.

Hasil diskusi dan pembentukan tim pokja tentang penanganan sampah, beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain : Sosalisasi langsung ke distrik-distrik agar bank sampah dapat melakukan edukasi pengelolaan sampah, Pembuatan kompos, Pembuatan sampah plastik menjadi batako, Pembuatan sampah plastik menjadi kearifan lokal, Pengeluaran surat edaran bupati agar stop menggunakan botol air kemasan dan kantong plastik, Jumat bersih, Berwisata tanpa mengunakan botol plastik, Mengkordinir pengangkatan sampah dari komunitas, Kampanye permasalahan dan pengelolaan sampah kepada pelaku usaha, perumahan, industri dan perkantoran, Menciptakan aplikasi untuk setiap orang yang mengangkat, melihat dan melaporkan masalah sampah, Membuat SOP mekanisme tentang pelanggaran pembuangan sampah di sembarang tempat, Membuat papan informasi, Kampanye penanganan sampah di setiap kegiatan yang di laksanakan di kabupaten Raja Ampat.